Manado - tabloidinfopolri.id, Sholat Istisqa digelar di Halaman Makodam XIII/Merdeka, Teling, Manado, Sulawesi Utara, Selasa (15/9/2026) pagi. Sholat tersebut digelar sebagai ikhtiar dan doa bersama agar hujan segera turun di tengah kondisi kekeringan dan keterbatasan air di sejumlah wilayah.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 07.00 Wita itu turut dihadiri Dirpolairud Polda Sulut Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas yang mewakili Kapolda Sulut.

Sholat Istisqa dipimpin Ustadz H. Yusnan Yoyatan, S.H.I., M.H.I. sebagai imam. Sementara khatib dalam kegiatan tersebut adalah Prof. Dr. K.H. Ahmad Rajafi, M.A.

Dalam khotbahnya, jemaah diajak memperbanyak istighfar, melakukan introspeksi diri, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama dan lingkungan dalam menghadapi kondisi kekeringan.

Kombes Bayuaji mengatakan kondisi kekeringan dan belum turunnya hujan harus menjadi momentum bagi umat untuk melakukan muhasabah.

"Jadikan kondisi belum turunnya hujan dan keterbatasan air ini sebagai momentum untuk bermuhasabah dan introspeksi diri," kata Bayuaji.

Dia mengajak masyarakat memperbanyak istighfar, mengakui kekhilafan dan dosa, serta memperbaiki hubungan dengan Allah SWT, sesama manusia dan alam.

Bayuaji juga mengajak keluarga besar Ditpolairud Polda Sulut dan seluruh personel Polda Sulut untuk bersama-sama memanjatkan doa agar hujan segera turun.

"Mari kita dengan penuh kerendahan hati berdoa agar Allah SWT menurunkan hujan yang cukup, merata, membawa manfaat dan keberkahan bagi masyarakat," ujarnya.

Menurutnya, doa tersebut juga menjadi bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang mengalami kesulitan akibat keterbatasan air.

Selain umat Islam, doa bersama juga dilakukan prajurit dan ASN Polda Sulut yang beragama Nasrani dan Hindu di tempat ibadah masing-masing. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk toleransi dan penghormatan terhadap keberagaman kehidupan beragama di lingkungan Polda Sulut.

Doa lintas agama itu dipanjatkan agar kondisi kekeringan segera berakhir, kebutuhan air masyarakat tercukupi, serta wilayah Sulawesi Utara senantiasa mendapat perlindungan dan keberkahan.

Bayuaji menegaskan doa harus diiringi dengan ikhtiar nyata. Ia meminta jajaran Ditpolairud Polda Sulut terus hadir membantu masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air.

"Doa harus kita iringi dengan ikhtiar nyata. Jajaran Ditpolairud Polda Sulut harus terus hadir membantu masyarakat yang mengalami kesulitan air," katanya.

Beliau juga mendorong penguatan sinergi dengan pemerintah daerah, Forkopimda, TNI, serta seluruh komponen masyarakat dalam menghadapi dampak kekeringan.

Melalui Sholat Istisqa dan doa bersama lintas agama tersebut, diharapkan kepedulian, kebersamaan dan semangat gotong royong semakin kuat dalam membantu masyarakat terdampak kekeringan.

"Kita berharap hujan segera turun, kebutuhan air masyarakat tercukupi dan seluruh aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan dengan baik," pungkasnya.