Tabloidinfopolri.id - Seorang petani bernama Simson Wauda (77) ditemukan meninggal dunia dalam kondisi sebagian tubuhnya hangus terbakar di kebun Uras, Desa Lalue, Kecamatan Essang, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara.
Kapolres Kepulauan Talaud AKBP Dwi Yatmoko, S.TP., S.I.K., M.I.K., melalui (PS) Kasi Humas / Kasubsi Penmas Polres Kepulauan Talaud Aipda Michel Wongso, S.H., mengatakan berdasarkan keterangan awal yang dihimpun, korban diduga berada di kebunnya saat terjadi kebakaran lahan.
"Korban ditemukan dalam kondisi sebagian tubuh hangus terbakar. Polisi telah mendatangi lokasi, melakukan dokumentasi dan meminta keterangan sejumlah saksi," kata Kasi Aipda Michael, 14/9/26.
Penemuan jasad korban bermula ketika tetangganya, Dulag Kansil (71) curiga karena rumah korban dalam kondisi pintu terbuka sejak Jumat (11/9) sore.
"Pada Minggu sekitar pukul 05.00 WITA, Dulag memeriksa rumah tersebut dan menemukan telepon seluler korban masih terhubung dengan pengisi daya, namun korban tidak berada di rumah," terang Aipda Michael.
Dulag pun memberitahukan hal tersebut kepada kerabat korban, Marnis Wauda (47). Marnis bersama dua rekannya, Herol Wauda dan Lanus Maintua, kemudian mencari korban ke kebun Uras.
"Setibanya di lokasi, mereka melihat sebagian lahan kebun telah terbakar. Pencarian kemudian mengarah pada ditemukannya sehelai baju di tanah hingga akhirnya jasad korban ditemukan dalam kondisi hangus," bebernya.
Polisi menduga kebakaran lahan terjadi sejak Jumat sore. Korban juga diketahui memiliki riwayat penyakit asma.
"Untuk penyebab pasti korban meninggal dunia masih berdasarkan hasil penyelidikan dan keterangan yang diperoleh di lapangan. Dugaan sementara, korban mungkin mengalami kondisi tertentu saat berada di tengah kebakaran, namun hal tersebut masih perlu didalami," jelasnya.
Pihak keluarga kemudian menyatakan menolak dilakukan autopsi. Polisi memfasilitasi pembuatan surat pernyataan dan berita acara penolakan autopsi.
"Dari pemeriksaan awal dan keterangan saksi, sejauh ini tidak ditemukan adanya konflik internal keluarga yang berkaitan dengan kejadian tersebut," kata aipda Michael.
Jenazah korban kemudian disemayamkan di rumah keluarga Wauda-Takahipe. Korban dimakamkan pada Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 14.30 WITA. (Ran)
Belum ada komentar yang disetujui. Jadilah yang pertama berdiskusi.