Info polri- Mulai Menyambut bulan natal dan tahun baru 2024-2025.Pemerintah daerah,baik juga ,Oknum Polsek panai tengah sampai saat ini tidak ada melakukan pembersihan atau memeriksa warga baru.yang ber,Adaptasi diareal pemukiman atau Razia terutama Wilayah dusun sijambu desa selat Beting.
Pendiri Cafe remang.sehingga maraknya Bisnis prostitusi berkedok kafe karaoke juga,jual minuman Tuak. maraknya diduga narkoba
Selama ini dusun sijambu desa selat beting kecamatan Panai tengah dan Kabupaten labuhanbartu menjadi perbincangan publik.

Pasalnya wilayah pemukiman masyrakat yang beralih fungsi menjadi lahan bisnis lendir berkedok karokean di cafe diduga ajang keuntungan oleh oknum desa yang tidak bertanggung jawab,Selasa (7/januari/2024).
Ironisnya, bisnis esek-esek itu dikemas dalam warung remang-remang, layaknya sebuah cafe dengan suara musik yang hingar bingar. Bahkan pekerjanya tidak segan-segan berpakaian seksi baju tali satu.dan menawarkan jasa seks kepada para pengunjung dan pria hidung belang yang singgah ke warung remang-remang bersimbol jual tuak tersebut.
Pr, Salah satu warga yang tinggal di sekitar pemukiman dibuat resah dengan menjamurnya lokasi maksiat itu dan tidak lengkap edintitas pengusaha adanya warga yang berdomisili atau hanya sekedar buka cafe begitu saja.
Sebab pemilik cafe tersebut diduga mempekerjakan wanita yang masih dibawah umur.tentu mereka belum ada memiliki KTP bahkan bisa disebut masih pertama menjalani prostitusi.
Namun kadus tidak perlu mau tau adanya cafe remang remang warga luar memasuki daerah tanpa memiliki Identitas baik KK juga KTP.diduga pemilik cafe remang remang mengumpulkan anggota dengan suami org,sehingga terjadi kebo sampai mereka menyebut suami istri.tetapi oknum desa kadus baik kades tidak perduli adanya cafe remang yang meresahkan warga dusun sijambu desa selat beting,yang setaunya Oknum desa hanya melewati nya saja ujar Pr,pada awak media.
Dengan adanya cafe remang remang Prostitusi diduga narkoba makin sangat marak tampang.namun Polsek Panai Tengah tidak pernah memeriksa tempat cafe cafe dan memeriksa identitas siapa siapa yang datang sehingga menambah penduduk tanpa identitas lengkap.
Warga khawatir bila praktik prostitusi mengganggu generasi muda bila tidak cepat ditindak. Karena hampir setiap hari lokasi tersebut ramai dikunjungi para pria hidung belang. Belum lagi wanita yang tinggal di lokasi berprilaku genit dan berpenampilan seksi
“Siapa yang tidak takut tergoda, kita takut anak-anak dan keluarga ada yang terjerumus nantinya, bukan rahasia umum.lokasi tersebut sangat rawan tindak kejahatan, tempat ini juga diduga rawan tindakan kriminal,
termasuk seringnya warga kehilangan barang barang sangat ber,harga bagi warga.
Tentu kita sangat menyayangkan dinas terkait tidak melakukan tindakan yang nyata dengan tidak menutup lokasi maksiat tersebut”, ungkap inisial Pr.di beberapa warga setempat yang enggan namanya dipublikasi.
Wanita wanita penghibur,dengan tarif 350 ribu satu paket karaoke dan ditemani dalam tanda kutip oleh perempuan perempuan cantik,yang mengajak minum dan beredar bebas,Ujar inisial Jr.namun tidak ada penegakkan hukum yang memeriksa pengunjung yang lagi meninggalkan keluarganya hanya menemui wanita yang ada di tempat cafe remang remang ini.
Hal ini,perlu di pertanyakan tugas satpol PP sebagai penegak PERDA dalam hal ini wajib ikut andil untuk memberi sangsi tegas dan pembubaran tempat maksiat atau Frostitusi karena tempat tersebut tempat pemukiman.sehingga tempat Frostitusi telah meresahkan masyarakat juga secara agama tidak di benarkan.
Harus di hentikan atau di tutup karena bisa merusak generasi bangsa dan bisa menciptakan tindak kejahatan dengan gaya mabok setelah pesta minuman keras yang bikin suasana tidak kondusif di lingkungan masyarakat di tambah lagi wilayah tersebut termasuk wilayah Pemukiman.(Pr)

