Tabloid INFO POLRI ID | NTB
Kasus Pemukulan Mahasiswi Fitriani Belum Terungkap, Kawal NTB Desak Polisi Segera Tangkap Pelaku
Kasus dugaan pemukulan yang menimpa Fitriani, seorang mahasiswi asal Lombok Tengah (Loteng), hingga kini masih menjadi perhatian. Pelaku dugaan penganiayaan tersebut disebut belum berhasil diamankan oleh pihak kepolisian.
Ketua Divisi Perlindungan Perempuan, Anak dan HAM Kawal NTB, Lale Uswatun Hasanah, mendesak Kapolres Mataram agar segera mengambil langkah tegas untuk menangkap pelaku.
“Kita desak Kapolres Mataram segera menangkap pelaku. Korban akan menjalani operasi pada bagian mata akibat kejadian tersebut,” kata Lale, Selasa 02 September 2026.
Menurutnya, kasus yang menimpa Fitriani tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa. Dugaan penganiayaan tersebut telah menimbulkan dampak serius terhadap korban, baik secara fisik maupun psikologis.
“Kejadian yang menimpa korban ini sangat mengkhawatirkan karena pelaku melakukan penganiayaan berat dengan akibat luka yang berpotensi menimbulkan dampak permanen. Siapapun pelakunya, polisi harus segera menangkap dalam waktu secepatnya,” tegasnya.
Lale juga meminta aparat kepolisian untuk bekerja maksimal dalam melakukan penyelidikan dan memastikan keberadaan terduga pelaku. Ia mengaku khawatir pelaku telah meninggalkan wilayah Lombok untuk menghindari proses hukum.
“Kawal NTB curiga pelaku sudah melarikan diri, bahkan mungkin keluar dari Lombok. Namun kalau masih berada di sekitar NTB, kami berharap aparat bisa segera menemukan dan menangkapnya,” ujarnya.
Sementara itu, berdasarkan informasi yang diterima Kawal NTB, korban sebelumnya mengenal terduga pelaku melalui media sosial. Setelah kejadian tersebut, Fitriani disebut mengalami trauma, selain harus menghadapi dampak luka fisik yang dialaminya.
Lale mengingatkan para mahasiswa, khususnya mahasiswi baru yang sedang menempuh pendidikan di Kota Mataram, agar lebih berhati-hati dalam berinteraksi dengan orang yang baru dikenal melalui media sosial.
“Kami mengimbau kepada mahasiswi baru yang sedang menuntut ilmu di Mataram agar tidak mudah terbujuk rayu oleh orang yang belum dikenal dengan baik. Hindari pertemuan atau kencan dengan orang yang baru dikenal, terutama jika identitas dan latar belakangnya belum jelas,” imbaunya.
Kawal NTB menyatakan akan terus memantau perkembangan penanganan perkara tersebut. Lale menegaskan, pihaknya akan mengawal kasus ini hingga proses hukum berjalan secara tuntas dan korban mendapatkan keadilan.
“Kawal NTB akan memantau perkembangan kasus ini sampai tuntas, sampai keadilan benar-benar didapatkan oleh korban,” pungkasnya. (ERHAM)
Belum ada komentar yang disetujui. Jadilah yang pertama berdiskusi.