Tabloidinfopolri.id - MUARA TEWEH, BARITO UTARA Di bawah langit yang terlihat kusam Kabut asap melingkupi suasana di Barito Utara- pada hari ini, Gabungan Organisasi Masyarakat Suku Dayak Das Barito bersama jajaran Polres Barito Utara melaksanakan kegiatan sosial yang penuh makna, yaitu pembagian masker secara cuma-cuma kepada seluruh masyarakat yang melintas di Bundaran Buah, Muara Teweh.
Kegiatan ini bukan sekadar pembagian barang, melainkan bentuk kasih sayang dan kepedulian bersama demi kesehatan warga dan kelestarian alam yang menjadi ibu susunan hidup kita semua.
Suasana di Bundaran Buah terlihat hangat dan penuh keakraban. Para anggota ormas tampil sigap dan tulus membagikan masker, didampingi dengan ketegasan sekaligus keramahan jajaran Polres Barito Utara yang mengawal pelaksanaan kegiatan ini dengan penuh tanggung jawab.
Warga yang berpapasan pun berhenti, menerima dengan senyum tanda syukur, menyadari bahwa perhatian sesama anak negeri adalah kekayaan yang tak ternilai harganya.
Dalam kesempatan tersebut, Bapak Salapan Ungkimg, selaku SekJen Ormas Gabungan Suku Dayak Das Barito, menyampaikan pesan-pesan yang mendalam dan penuh nasihat bijak kepada masyarakat yang hadir.
"Hadirin sekalian, saudara-saudaraku sekalian... Hari ini kami hadir di sini bukan dengan kekuatan senjata, melainkan dengan kepedulian terhadap kesehatan kita semua. Penyakit ISPA dapat datang tanpa diundang, namun dengan kewaspadaan, kesederhanaan, dan kepatuhan kita menjaga kebersihan diri dan lingkungan, kita dapat menjauhkannya.
Sebagaimana pesan leluhur kita, 'Tubuh yang sehat adalah rumah bagi jiwa yang luhur; menjaganya adalah kewajiban suci setiap anak negeri.'"
Bapak Salapan pun tak lupa menegaskan hal yang sangat menyangkut nasib sungai Barito , nadi kehidupan masyarakat Barito Utara sejak zaman dahulu kala,
"Kepada seluruh masyarakat, saya menghimbau dengan segala kerendahan hati, janganlah lagi mencoba meracun ikan di sungai kita. Sungai Barito bukan milik kita hari ini saja , ia milik anak cucu kita yang belum lahir.
Racun yang kita tabur hari ini, akan kembali kepada kita dan generasi mendatang dalam bentuk kerusakan yang sulit diperbaiki. Air yang keruh membawa penyakit; sungai yang mati membawa kemiskinan. Alam tidak membutuhkan manusia untuk hidup, namun manusia sangat membutuhkan alam untuk bertahan hidup.
Jangan sampai kita meninggalkan warisan kerusakan bagi mereka yang akan datang setelah kita."
Pesan ini disampaikan bukan dengan nada mengancam, melainkan dengan nada mengingatkan, mengajak, dan mengikatkan rasa persaudaraan, " ujar nya.
Sebagaimana laksana sungai yang mengalir tenang namun kuat, kebersamaan antara masyarakat dan aparat keamanan dalam menjaga ketertiban, kesehatan, dan kelestarian lingkungan adalah fondasi utama kokohnya sebuah peradaban yang beradab.
Perwakilan dari Polres Barito Utara yang turut hadir juga menyambut baik kegiatan ini. Mereka menyampaikan bahwa keamanan dan ketertiban tidak hanya datang dari penegakan hukum semata, melainkan tumbuh dari kesadaran bersama saling peduli, saling mengingatkan, dan saling menjaga lingkungan tempat kita berpijak.
Sinergi antara unsur keamanan dan kekuatan adat serta masyarakat inilah yang menjadi benteng terkuat bagi Barito Utara yang damai, sejahtera, dan lestari.
Kegiatan pembagian masker di Bundaran Buah ini menjadi bukti nyata bahwa kepedulian tidak harus menunggu perintah, dan kebaikan sekecil apa pun, jika dilakukan bersama-sama, akan menjadi cahaya yang menerangi jalan kita semua.
Semoga langkah kecil hari ini melahirkan langkah-langkah besar lainnya di masa mendatang , demi kesehatan, demi sungai kita, demi Barito Utara yang makin jaya.
"Satu sungai, satu darah, satu tujuan. Menjaga alam berarti menjaga diri sendiri.
(Henry,A)
Belum ada komentar yang disetujui. Jadilah yang pertama berdiskusi.