tabloidinfopolri.id | Barito Utara, 10 Juni 2026 – Upacara adat perkawinan Dayak yang berlangsung di Desa Ipu, Kecamatan Lahei, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, kembali memperlihatkan kekayaan budaya leluhur yang masih terjaga dengan penuh khidmat.
Acara penuh makna ini tidak hanya menjadi momen sakral bagi pasangan pengantin, tetapi juga menjadi wujud nyata pelestarian tradisi nenek moyang Dayak Barito Utara yang diperkaya dengan berbagai ritual dan kegiatan budaya khas yang menghidupkan nilai-nilai adat dan identitas masyarakat setempat.

Upacara yang berjalan meriah dan berwarna ini turut diwarnai kehadiran beberapa organisasi masyarakat (ormas), Dayak yang tergabung dalam Gabungan Pangkalima Dayak-Alur Barito (GPD).
Kehadiran GPD memberikan nuansa keaslian dan kekokohan budaya Dayak Barito Utara, menegaskan kebersamaan dan rasa tanggung jawab dalam menjaga serta mengembangkan adat istiadat yang menjadi ciri khas asli masyarakat Dayak.

Salah satu rangkaian yang menarik perhatian adalah penampilan seni tari tradisional serta pertunjukan kuntau, yaitu seni bela diri silat khas Dayak Barito Utara.
Peragaan tarian tersebut bukan sekadar hiburan, melainkan juga simbol kekuatan dan perlindungan yang merepresentasikan filosofi hidup masyarakat Dayak yang menjunjung tinggi harmoni, keberanian, dan kelestarian alam.

Selanjutnya, tradisi hompong menjadi inti dari interaksi antara keluarga pengantin pria dan wanita. Hompong merupakan tempat pertemuan awal yang sarat dengan dialog mengikuti adat istiadat, di mana orang tua kedua belah pihak saling bersahutan memakai bahasa asli Dayak Barito Utara.
Pertukaran kata dan doa dalam bahasa leluhur ini memperkuat ikatan sosial, memperdalam rasa saling menghormati, dan mengekspresikan harapan akan keberlangsungan keluarga yang harmonis dan diberkahi.
Upacara perkawinan ini secara keseluruhan mencerminkan keutuhan budaya Dayak yang terpatri dalam nilai-nilai komunitas dan spiritualitas. Dengan mempertahankan tradisi nenek moyang seperti ini, masyarakat Dayak Dusun Malang tidak hanya melestarikan warisan budaya, tetapi juga mengajarkan generasi muda tentang pentingnya identitas serta semangat kebersamaan dalam kehidupan sosial.

Kehadiran ormas Dayak dan seluruh lapisan masyarakat dalam acara ini menjadi bukti nyata kesungguhan dalam memelihara dan memperkenalkan adat-istiadat unik ini kepada dunia luas, sekaligus memperkokoh kebanggaan atas kekayaan budaya yang dimiliki Kabupaten Barito Utara.
“Semoga upacara adat perkawinan seperti yang digelar di Desa Ipu ini terus lestari, dan menjadi sumber inspirasi bagi pelestarian budaya Dayak lainnya, di Kalimantan Tengah maupun Indonesia secara umum,
Dan semoga budaya leluhur dari nenek moyang turun temurun ini tidak pernah hilang , musnah begitu saja, ” . Tutup pak salapan ungking yang kental dengan budaya harmoni pisur Basir adat nya.
Penulis: (Henry A)

