August 25, 2026

“TERUNGKAP PROYEK REVITALISASI SMP NEGERI 4 NANGA TAYAP DANA RP 1,27 MILIAR BERJALAN GELAP, TANPA KETERBUKAAN DI LAPANGAN”

Ketapang–Kalimantan barat– tabloid info polri.Id. (1/8/2026 ) Bukti fisik pembangunan revitalisasi SMP Negeri 4 Nanga Tayap di Desa Betenung, Kecamatan Naga Tayap, kini terlihat jelas di lokasi, Kerangka atap sudah terpasang, sebagian bangunan lama sedang direnovasi.

namun dibalik aktivitas pekerjaan itu tersimpan misteri besar yang mencurigakan, Proyek yang mengantongi anggaran APBN Tahun 2026 senilai Rp1.270.512.000,- dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, dikerjakan oleh P2SP dengan tenggat waktu 120 hari (25 Mei s.d. 21 September 2026), justru tertutup rapat dari pantauan publik.

Saat awak media turun langsung ke lokasi pada 11 Juli 2026 untuk meminta penjelasan, respons yang didapat sungguh mengkhawatirkan: tak satu pun pekerja berani memberikan keterangan yang jelas. Identitas lengkap penanggung jawab tim P2SP di lapangan, rincian jenis pekerjaan, hingga spesifikasi fasilitas yang akan dibangun seperti ruang laboratorium dan sarana penunjang pendidikan lainnya sama sekali tidak mau diungkapkan.

Padahal ini adalah uang rakyat yang dialokasikan untuk daerah masuk kategori 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar), yang terdampak bencana justru ini seharusnya menjadi prioritas pengawasan ketat, bukan malah dibungkam seolah ada sesuatu yang disembunyikan.

sebagai mana aturan pengelolaan APBN yang diinjak injak
Setiap penggunaan dana APBN terikat aturan yang sangat tegas,
Wajib Transparan, Seluruh data proyek mulai dari nilai anggaran, spesifikasi bangunan, hingga identitas pelaksana adalah informasi yang terbuka untuk umum,
Wajib Akuntabel Pencairan dana dilakukan bertahap sesuai kemajuan pekerjaan yang diverifikasi secara independen.

Khusus Wilayah 3T: Masyarakat dan pihak sekolah berhak ikut mengawasi agar hasil pembangunan benar-benar layak untuk mendukung pendidikan anak-anak di daerah,
Namun kenyataannya Lebih dari satu miliar rupiah uang negara dikerjakan dalam kegelapan,Tak ada yang bisa menjamin apakah kualitas bangunan sesuai standar, apakah ruang laboratorium akan dibangun sebagaimana mestinya, ataukah proyek ini hanya menjadi ajang pencarian keuntungan sepihak dengan memotong kualitas bahan dan pekerjaan.

dimana pengawasan negara jangan biarkan masa depan anak bangsa dirampas Dengan pembangunan yang tidak berkualitas,
Kami menegaskan pertanyaan ini kepada seluruh pihak berwenang,
Kemana Dinas Pendidikan Kabupaten Ketapang Kemana tim pengawas Kemenikdasmen? Kemana Inspektorat dan aparat penegak hukum, Mengapa proyek pendidikan yang sangat dibutuhkan masyarakat justru dikerjakan dengan sikap menutup-nutupi
Kami menuntut langkah tegas.

Segera buka seluruh dokumen perencanaan, spesifikasi pekerjaan, dan rincian penggunaan anggaran secara terbuka,
Ungkap identitas lengkap penanggung jawab proyek dan tim P2SP;
Lakukan audit mendalam mulai dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan di lapangan,
Pastikan setiap rupiah dana tersebut digunakan sepenuhnya untuk sarana pendidikan yang berkualitas, bukan untuk kepentingan pribadi,
Masyarakat Desa Betenung dan seluruh Kecamatan Naga Tayap berhak tahu, Uang negara adalah milik rakyat, dan harus dipertanggung jawabkan di hadapan rakyat,Jangan biarkan proyek yang seharusnya membawa harapan bagi pendidikan anak-anak kita, justru berakhir menjadi kisah kelalaian dan penyimpangan yang merugikan generasi mendatang
Kami tunggu penjelasan resmi dan tindakan nyata dari pihak berwenang, sampai berita ini diterbitkan kami tim awak media terus mencari keterbukaan informasi yang jelas justru bukan ditutup – tutupi ( Joni )

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top