tabloidinfopolri.id | Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara — Sekolah Dasar Negeri (SDN)3 Lemo 1, yang berlokasi di Dusun Teluk Lihat Desa Lemo 1, Kabupaten Barito Utara, telah menjadi sorotan terkait ketidak hadiran seorang guru selama tiga tahun terakhir.
Hal ini mencuat setelah laporan dari masyarakat dan sejumlah guru lain menyebutkan bahwa salah satu guru wali kelas
Belum inisial (DPS) tidak pernah Turun mengajar secara langsung di sekolah selama periode tersebut.

Menanggapi hal ini, Kepala Sekolah SDN 3 Lemo 1, yang akrab disapa Pak Bubun, ditemui di hari Minggu 19 /4/2026, oleh tim liputan Tabloid Info Polri untuk dimintai keterangan.
Dalam pernyataannya, Pak Bubun mengonfirmasi bahwa laporan ketidak hadiran guru tersebut memang benar adanya. “Saya tidak menambah-nambah keterangan. Apa yang saya sampaikan ini fakta. Silakan rekan Media tabloidinfopolri rekam langsung suara saya. Saya tidak pernah berbohong,” ujarnya tegas.

Pak Bubun menuturkan bahwa dirinya sering mencoba menghubungi guru tersebut untuk meminta klarifikasi dan memberikan teguran agar kembali melaksanakan tugas mengajar, namun upaya tersebut belum membuahkan hasil. “Kami bersama Dewan Guru yang lain telah mengambil inisiatif sejak Juli 2025 lalu untuk melaporkan kondisi ini ke dinas pendidikan .” ujarnya.
Selain persoalan ketidak hadiran guru, Pak Bubun juga memaparkan tantangan transportasi dan kondisi geografis yang sangat memengaruhi aktivitas belajar-mengajar di SDN 3 Lemo 1.
Dengan kondisi jalan yang jauh dan sering terhambat hujan lebat, medan yang licin dan jalur yang sulit diakses sepeda motor membuat para guru mengalami kesulitan untuk rutin hadir mengajar. “Kami harus pulang-pergi dari desa kemawen jauh ke sekolah.

Kalau ada hujan lebat dan jalan becek, hampir tidak bisa kami lalui karena melewati jalur perusahaan yang kondisinya cukup ekstrem,” jelas Pak Bubun.
Meskipun demikian, menurutnya, kegiatan belajar di sekolah tetap berjalan karena Wakil Kepala Sekolah, Pak Edy, sering kali menjadi sosok yang akrab dan berperan aktif menjaga proses pendidikan serta berinteraksi hangat dengan para murid dan warga sekitar.
“Dari awal, saya sudah sering memberikan teguran kepada seorang guru yang tidak turun ini. Kami tidak bisa mengabaikan tugas yang telah kami emban bersama-sama sebagai pendidik,” tambah Pak Bubun penuh harap.
Pada kesempatan terakhir, Pak Bubun menyampaikan harapan besar agar Pemerintah Daerah dapat memberikan perhatian lebih terhadap fasilitas pendidikan di kawasan tersebut. Kondisi pemukiman warga yang masih jauh dari layak huni, infrastruktur jalan yang memprihatinkan, serta bangunan sekolah yang sederhana—termasuk pagar sekolah yang hanya terbuat dari batang bambu—menjadi fokus utama yang mesti diperbaiki untuk menunjang kelancaran pendidikan di SDN 3 Lemo 1 ini.
“Kami benar-benar berharap ada keperdulian dan aksi nyata dari pemerintah daerah, demi peningkatan sarana-prasarana sekolah serta kenyamanan kami dalam melaksanakan tugas mulia ini,” tutup Kepala Sekolah dengan nada penuh harap.
Kasus di SDN 3 Lemo 1 ini menjadi refleksi atas beratnya tantangan pendidikan di wilayah pedesaan dan menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, tenaga pendidik, dan masyarakat demi melahirkan generasi penerus bangsa yang berkualitas .
Penulis : (Henry,A.)

