April 29, 2026

SIGAP MEMBENTUK KARAKTER ANAK DANA SIGAP DI SALURKAN KE RATUSAN SEKOLAH

Tabloidinfopolri.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Majalengka menyalurkan zakat maal sekaligus mendistribusikan program Sedekah Infak Generasi Anak Peduli (SIGAP) di Gedung Islamic Center Majalengka, Jawa Barat (Jabar), Senin (09/03/2026).

Bupati Majalengka Eman Suherman mengatakan program SIGAP merupakan inisiatif pendidikan sosial dan keagamaan yang melibatkan sekolah-sekolah sebagai bagian dari pembinaan karakter sejak usia dini.

Menurut dia, program tersebut bukan sekadar pengumpulan infak, melainkan sarana pendidikan agar siswa memiliki kepedulian sosial dan nilai religius sejak kecil.

“Program Sedekah Infak Generasi Anak Peduli ini adalah komitmen bersama antara sekolah dan Baznas. Anak-anak dididik untuk peduli kepada sesama sejak dini,” kata Eman saat menghadiri kegiatan penyerahan bantuan.

Ia menegaskan partisipasi siswa dalam program tersebut bersifat sukarela. Nominal sedekah yang diberikan tidak ditentukan dan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing.

“Tidak ada paksaan. Anak-anak bisa menyumbang sesuai kemampuan, mau Rp10, Rp100, Rp1.000 atau Rp2.000 juga tidak masalah. Tujuannya adalah mendidik kepedulian,” ujarnya.

Eman juga menepis anggapan bahwa program tersebut merupakan bentuk pungutan liar di sekolah. Ia memastikan seluruh dana yang terkumpul dikelola secara transparan melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di masing – masing sekolah bantuan yang diberikan berbentuk dana tunai yang nantinya dapat dimanfaatkan sekolah untuk kegiatan sosial maupun penguatan pendidikan karakter keagamaan.

Program SIGAP sendiri merupakan program baru Baznas Majalengka yang mulai dijalankan sejak Agustus 2025. Penyaluran bantuan pada Senin ini menjadi distribusi perdana setelah program tersebut berjalan selama hampir satu tahun.

Bupati Eman menilai langkah Baznas itu sejalan dengan visi pembangunan daerah yang ia usung, yakni mewujudkan “Majalengka Langkung Sae”.

Salah satu misi dalam visi tersebut adalah memperkuat kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat. Ia menilai program SIGAP menjadi salah satu implementasi konkret dari upaya tersebut.

“Ini bagian dari upaya membangun kehidupan sosial dan keagamaan yang lebih baik di Majalengka,” terangnya.Ke depan, Eman berharap program tersebut dapat menjangkau seluruh kecamatan dan sekolah di Kabupaten Majalengka. Saat ini program SIGAP baru berjalan di sekitar 18 kecamatan.

Ia menekankan bahwa nilai utama program ini bukan pada besar kecilnya nominal infak yang terkumpul, melainkan pada proses pendidikan karakter yang ditanamkan kepada siswa.

“Yang terpenting bukan nilai ekonominya, tetapi nilai pendidikan dan keagamaannya. Kita ingin mencetak generasi anak yang saleh, religius, dan peduli terhadap sesama,” pungkas Eman. (*)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top