Tabloidinfopolri.id – OKI, SP Padang, Kepolisian Negara Republik Indonesia POLRES OKI melalui Unit II Ekonomi melakukan penggalangan terhadap Kelompok Tani Subur Sari di Desa Belanti, Kecamatan SP Padang, Kabupaten OKI, menyusul keluhan warga terkait dampak aliran air yang diduga berasal dari aktivitas perusahaan perkebunan PT Persada Sawit Makmur terhadap lahan persawahan masyarakat.
Kegiatan penggalangan tersebut dipimpin langsung oleh Kanit Unit II Ekonomi AIPTU Iknal Siregar, SH, dan berlangsung selama tujuh hari, terhitung sejak 14 April hingga 20 April 2026. Fokus kegiatan diarahkan untuk menyerap informasi, menjaga situasi tetap kondusif, sekaligus mendalami keluhan para petani yang mengaku terdampak oleh aliran air yang masuk ke area persawahan mereka.

Ketua Kelompok Tani Subur Sari, Romli, menyampaikan bahwa persoalan aliran air tersebut telah menjadi perhatian warga karena dinilai berdampak terhadap kondisi lahan sawah milik masyarakat di Desa Belanti. Para petani berharap adanya solusi konkret agar aktivitas pertanian mereka tidak terganggu dan hasil panen tetap terjaga.
Persoalan tata kelola air memang kerap menjadi sumber konflik laten di wilayah perkebunan dan pertanian. Ketika aliran air berubah arah atau kapasitas pembuangan tidak terkendali, yang pertama kali menerima dampaknya biasanya para petan kecil. Ironisnya, mereka sering berada di posisi paling lemah dalam menghadapi persoalan lingkungan yang bersinggungan dengan korporasi besar.
Dunia pembangunan memang gemar berbicara investasi, tetapi terlalu sering lupa bahwa sawah warga bukan kolam penampungan limbah dadakan.
Selama kegiatan berlangsung, aparat juga melakukan pendekatan persuasif kepada masyarakat agar tetap menjaga situasi keamanan dan tidak terpancing tindakan yang dapat mengganggu ketertiban. Di sisi lain, warga berharap ada perhatian serius dari pihak terkait untuk meninjau langsung kondisi di lapangan serta memastikan hak-hak petani tidak terabaikan.
Masyarakat Desa Belanti kini menanti langkah nyata penyelesaian persoalan tersebut. Sebab bagi petani, sawah bukan sekadar lahan, melainkan sumber hidup yang menentukan dapur tetap mengepul atau justru ikut tenggelam bersama genangan air.(M.Tahan)

