May 2, 2026

Reaksi Cepat Polres Simalungun Padamkan Kebakaran Hutan Sibaganding

Simalungun, Kamis (10/7/2025) —Info Polri – Kepulan asap yang muncul dari perbukitan hutan Sibaganding mengundang reaksi cepat dari jajaran Polres Simalungun.

Personel Polsek Parapat bergerak sigap memadamkan kebakaran yang mengancam kelestarian lingkungan di sekitar kawasan strategis Danau Toba, Rabu sore (9/7) sekira pukul 18.30 WIB.

Kabag Ops Polres Simalungun, Kompol M. Manik, S.H., M.H., menjelaskan bahwa kebakaran terjadi di kawasan hutan Sibaganding, Nagori Sibaganding, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun.

Lokasi titik api berada di Jalan Umum Pematangsiantar–Parapat, sekitar 300 meter dari Rumah Makan Purworejo ke arah perbukitan.

“Personel kami langsung menuju lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat,” ujarnya saat dikonfirmasi pada Rabu (9/7) malam.

Menariknya, titik api tidak terdeteksi oleh satelit Hot Spot milik aplikasi Lancang Kuning. Namun, berkat kejelian AIPTU Eskiel Ketaren, laporan tetap dikirim ke aplikasi tersebut, menandakan kesiapsiagaan dan respons cepat personel di lapangan.

“Walau tidak terpantau satelit, kami tetap melakukan pengecekan langsung ke lokasi karena indikasi kuat adanya kebakaran. Ini bentuk profesionalisme dan kepekaan anggota terhadap laporan masyarakat,” tambah Kompol Manik.

Kapolsek Parapat, AKP Manguni WD Sinulingga, S.H., M.H., memimpin langsung operasi pemadaman yang melibatkan tim gabungan dari kepolisian, perangkat desa, petugas pemadam kebakaran, serta masyarakat.

Kanit Binmas Polsek Parapat, IPTU Budianto Silalahi, bertindak sebagai koordinator lapangan.

“Kami bergerak cepat bersama Pangulu dan petugas damkar, memadamkan api dengan peralatan seadanya,” ujar IPTU Budianto yang tampak lelah namun tetap bersemangat usai berjam-jam berjibaku di lokasi.

Pangulu Sibaganding, Marno Bakkara, menyampaikan keprihatinannya atas peristiwa ini. Ia mengapresiasi kecepatan respons aparat.

“Musim kemarau membuat hutan sangat rentan terbakar. Kami berterima kasih atas gerak cepat Polsek Parapat,” katanya.

AIPTU Eskiel Ketaren, yang pertama kali melaporkan kejadian, menuturkan kondisi medan yang sangat menantang.

“Lokasinya berbukit dan tidak bisa dijangkau mobil damkar. Kami harus jalan kaki membawa alat manual,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Bhabinkamtibmas Bripka Kristop Sinaga. “Api sudah meluas saat kami tiba. Tanpa cukup air dan akses jalan, kami harus berjuang keras memadamkan api,” jelasnya.

Petugas Damkar, Gomgom Sinaga, juga mengaku timnya mengalami kesulitan akibat medan terjal.

“Mobil damkar tidak bisa masuk. Kami bawa peralatan manual ke atas bukit dan bekerja semaksimal mungkin,” ujarnya.

Setelah berjibaku selama beberapa jam, tim gabungan berhasil memadamkan sebagian besar kobaran api. Namun, bara api masih menyala di beberapa titik karena keterbatasan air dan sulitnya akses.

“Api utama berhasil dipadamkan, tetapi pemantauan tetap kami lakukan untuk mencegah kebakaran susulan,” tegas Kompol Manik.

Insiden ini menjadi pengingat akan tingginya risiko kebakaran hutan di musim kemarau, terutama di wilayah Danau Toba yang rawan dan vital secara ekologis. Polsek Parapat berencana melakukan langkah preventif dengan menggencarkan imbauan kepada masyarakat.

“Kami akan sosialisasikan larangan pembakaran di musim kemarau dan edukasi tentang pentingnya menjaga hutan,” kata Kompol Manik.

Aksi heroik jajaran Polsek Parapat menunjukkan komitmen Polri tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga dalam perlindungan lingkungan hidup.

Di tengah keterbatasan fasilitas dan kondisi yang berat, dedikasi mereka layak mendapat apresiasi.

“Menjaga hutan adalah tanggung jawab bersama. Polri akan selalu hadir melindungi masyarakat dan alam dalam kondisi apapun,” tutup Kompol Manik penuh tekad.

Jonerwin Saragih

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top