May 2, 2026

Polsek Rainis Selidiki, Teknisi IndiHome Tewas Tersengat Listrik Saat Bertugas

Tabloidinfopolri.id – Talaud
Insiden kecelakaan kerja tragis menimpa seorang teknisi pemasangan baru IndiHome, Hendrik Frans Wua (40), yang ditemukan meninggal dunia di pinggir jalan Trans Bantane–Tabang, tepatnya di lokasi Paranti, Desa Tabang Barat, Kecamatan Rainis, Jumat (10/4/2026) siang.

Korban yang merupakan warga Kelurahan Beo Timur ini diduga mengembuskan napas terakhir setelah tersengat arus listrik bertegangan tinggi dari kabel utama PLN saat melakukan perbaikan jaringan.

Kapolsek Rainis, Iptu Hugo Essing, mengatakan peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 11.00 WITA. “Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, korban ditemukan dalam posisi terbaring menengadah di pinggir jalan,” ujarnya.

Saksi mata, Ima Manapode, yang saat itu melintas menggunakan sepeda motor, mengaku curiga melihat korban tergeletak di bawah terik matahari tanpa pergerakan. Ia kemudian melaporkan temuan itu kepada Kepala Desa Tabang Barat. Warga yang datang ke lokasi mendapati korban sudah tidak bernyawa.

Rekan kerja korban, Jeri Laira, mengungkapkan bahwa mereka awalnya berencana melakukan perbaikan kabel jalur Bantane–Tabang bersama-sama.

“Korban berangkat lebih awal ke lokasi. Saat kami tiba, sudah ada kerumunan warga dan korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia,” jelasnya.

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), kecelakaan diduga terjadi akibat kurangnya kehati-hatian saat mengoperasikan alat kerja.

Tangga lipat aluminium yang digunakan korban diduga menyentuh kabel listrik utama PLN saat hendak didirikan atau dilipat kembali.

Jarak kabel listrik dengan permukaan tanah di lokasi tersebut diketahui hanya sekitar 4,5 meter.

“Kami mengonfirmasi kecelakaan kerja fatal yang menewaskan seorang teknisi jaringan di Desa Tabang Barat. Korban diduga tersengat listrik setelah tangga aluminium yang digunakannya menyentuh kabel utama PLN.

Kami mengimbau seluruh pekerja lapangan untuk disiplin menerapkan prosedur K3, terutama saat beraktivitas di sekitar jaringan tegangan tinggi,” tegas Kapolsek.

Sementara itu, pihak Puskesmas Rainis yang melakukan pemeriksaan luar menyatakan korban tiba pada pukul 12.10 WITA dalam kondisi meninggal dunia.

Perawat Nenin Sara Ambat mengungkapkan terdapat luka gores pada bagian tangan kanan korban, namun tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik lainnya.

Setelah melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan saksi, pihak kepolisian mengevakuasi korban. Pihak keluarga menyatakan menolak dilakukan autopsi dan telah menandatangani surat pernyataan resmi, menerima kejadian tersebut sebagai kecelakaan kerja. (Ran)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top