May 29, 2026

Perkuat Tata Kelola Keuangan, Pendekatan Persuasif Dilakukan ke Pimpinan Puskesmas di Mesuji

OKI, Mesuji,– tabloidinfopolri.id | Upaya mendorong tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel di sektor kesehatan terus diperkuat. Unit Politik PolRes OKI melaksanakan kegiatan penggalangan terhadap Forum Pimpinan Puskesmas di Kecamatan Mesuji, Kabupaten Ogan Komering Ilir.

Kegiatan yang dipimpin oleh AIPDA Rudi Kartono, S.H ini berlangsung selama tujuh hari, mulai 13 hingga 19 Maret 2026. Fokus utama kegiatan adalah mendorong pelaksanaan pendampingan hukum serta sosialisasi regulasi pengelolaan keuangan negara di lingkungan puskesmas.

Pendekatan yang digunakan mengedepankan komunikasi persuasif dan dialog terbuka, dengan sasaran pimpinan puskesmas, termasuk sekretaris dan bendahara sebagai pengelola anggaran.

Dari hasil kegiatan, secara umum para peserta menunjukkan sikap kooperatif dan terbuka terhadap rencana pendampingan hukum. Mereka juga menyambut baik upaya peningkatan pemahaman terkait regulasi keuangan negara.

Meski demikian, masih ditemukan keterbatasan dalam memahami secara menyeluruh ketentuan yang berlaku, khususnya pada aspek pertanggungjawaban administrasi serta potensi konsekuensi hukum akibat kesalahan prosedur. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran di kalangan pengelola keuangan puskesmas terhadap risiko pelanggaran administratif maupun hukum.

Melalui penyampaian materi yang bertahap serta komunikasi interpersonal yang intensif, kegiatan ini berhasil menumbuhkan kesadaran bersama akan pentingnya pendampingan hukum dan pemahaman regulasi yang lebih komprehensif.

Peran aktif Ketua Forum Pimpinan Puskesmas Kabupaten OKI di Kecamatan Mesuji, Dr. Miko, turut memberikan pengaruh positif dalam membangun sikap kolektif yang lebih terbuka dan responsif di antara anggota forum.

Ke depan, para pimpinan puskesmas diharapkan tidak hanya memahami aturan penggunaan anggaran, tetapi juga mampu menerapkannya secara tepat dan tertib. Dengan demikian, potensi kesalahan administrasi dapat diminimalisir, sekaligus menghindarkan pengelola keuangan dari risiko hukum, termasuk tindak pidana korupsi.

Melalui pendekatan yang komunikatif dan adaptif, sinergi antara aparat dan institusi pelayanan kesehatan diharapkan semakin kuat, guna mewujudkan pengelolaan keuangan yang profesional, transparan, dan berintegritas.(M.Tahan)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top