April 29, 2026

NARKOBA Semakin merajalela,Kinerja BNN Simalungun Disorot Tajam

Simalungun, Infopolri.com
Kehadiran Badan Narkotika Nasional (BNN) di Kabupaten Simalungun kini menjadi tanda tanya besar di tengah tengah masyarakat. Alih-alih Dugaan meredam peredaran barang haram, narkoba justru dilaporkan semakin masif merambah hingga ke pelosok dusun kabupaten Simalungun.

​Kritik pedas datang dari Wakil Ketua Ikatan Jurnalis Raya Simalungun (IJRS), J. Sinaga. Dalam pernyataannya pada Sabtu, 7 Februari 2026, beliau menilai keberadaan BNN di Simalungun tidak memberikan dampak signifikan, padahal lembaga tersebut menyedot anggaran negara yang cukup besar.

​Paradoks Anggaran dan Realitas di Lapangan ​Menurut Sinaga, ada ketimpangan yang nyata antara biaya operasional yang dikeluarkan dengan kondisi keamanan dan kenyamanan masyarakat.

Setelah BNN ada di kabupaten Simalungun, peredaran narkoba justru semakin marak ataupun merajalela ,dan Masyarakat tidak merasakan hasil kinerja mereka.

Dengan ironis nya, anggaran yang di kucurkan untuk (BNN) sudah habis banyak, tetapi masyarakat Simalungun semakin resah ,karena kurangnya sosial control dari yang berwewenang dalam pengawasan tersebut,dan orang tua atau masyarakat pun sangat khawatir akan anak-anak mereka terancam terpengaruh dalam penyalah gunaan Narkoba tegas J. Sinaga.

​Sorotan tajam juga diarahkan pada kondisi simalungun khusus nya di kecamatan Raya, Wilayah yang dulunya menyandang predikat sangat membanggakan sebagai Kota Pelajar ,kini seolah kehilangan marwahnya. Peredaran narkoba yang kian terbuka dianggap telah merusak ekosistem pendidikan di Ibu Kota Simalungun tersebut.

​Peredaran narkoba tidak lagi terbatas, bukan hanya di pusat kota saja, saat ini narkoba sudah menyusup hingga ke tingkat desa dan dusun begitu juga ke pelosok pelosok Simalungun.

Dalam hal ini mengakibatkan Meningkatnya kekhawatiran orang tua terhadap masa depan generasi muda nya di Simalungun.
​​Masyarakat luas menuntut agar BNN Simalungun tidak hanya sekedar ada, seharusnya tetap Standby secara administratif.

Oleh karenanya Perlu ada langkah konkret untuk membersihkan Simalungun ini dari barang haram( Narkoba) khususnya di Pematang Raya. dan mengembalikan nya sebagai pusat pendidikan FC bebas dari narkoba,” pungkas Sinaga.

Jonerwin Saragih

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top