tabloidinfopolri.id | OKI,Lempuing, – 23 Februari 2026 Menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat dalam menahan emosi serta menghindari tindakan yang dapat memicu konflik baru.
Upaya tersebut tercermin dalam kegiatan penggalangan yang dilakukan oleh Unit Keamanan Negara (Kamneg) Polres OKI terhadap keluarga korban atas nama Laras di Desa Tugu Mulyo, Kecamatan Lempuing, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).
Kegiatan tersebut dipimpin oleh Katim Unit Kamneg Aipda Yudha Saputra, S.H. dan dilaksanakan selama tujuh hari, terhitung sejak 16 hingga 22 Januari 2026. Pendekatan ini dilakukan secara persuasif melalui komunikasi dan dialog dengan pihak keluarga korban.

Langkah tersebut bertujuan untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya aksi balas dendam yang dapat memicu ketegangan baru di tengah masyarakat. Dalam banyak kasus konflik sosial, tindakan balasan yang dilandasi emosi sering kali justru memperpanjang masalah dan memperburuk situasi keamanan di lingkungan sekitar.
Melalui pendekatan humanis, petugas memberikan pemahaman kepada keluarga korban agar menyerahkan sepenuhnya proses penyelesaian perkara kepada aparat penegak hukum. Sikap menahan diri dinilai sebagai langkah bijak demi menjaga ketenteraman masyarakat serta mencegah konflik yang lebih luas.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu maupun informasi yang belum tentu benar. Dalam situasi sensitif, kabar yang tidak jelas sumbernya kerap memicu kesalahpahaman dan memperkeruh suasana di lingkungan masyarakat.
Upaya menjaga situasi kamtibmas yang kondusif memerlukan kerja sama semua pihak, baik aparat keamanan, tokoh masyarakat, maupun warga setempat. Ketika setiap pihak mampu mengedepankan sikap bijaksana dan menahan diri, potensi konflik dapat diredam sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.
Dengan pendekatan dialog dan pembinaan seperti ini, diharapkan masyarakat dapat semakin memahami bahwa menjaga kedamaian jauh lebih penting daripada melampiaskan emosi sesaat. Kedamaian lingkungan bukan hanya tanggung jawab aparat, melainkan juga hasil dari kedewasaan bersama dalam menyikapi setiap persoalan yang terjadi di tengah masyarakat.(M.Tahan)

