KETAPANG” Ketapang Kalimantan Barat — tabloid info polri.Id.Kondisi jembatan penghubung antar wilayah provinsi yang berada di Desa Harapan Baru, Kecamatan Air Upas, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.
kembali menjadi sorotan serius. Pasalnya, jembatan tersebut dinilai sudah tidak lagi layak untuk dilalui karena kondisinya yang semakin memprihatinkan.

Tokoh Adat Dayak Kabupaten Ketapang, Bapak Yosef Ahok, SH yang bergelar Petinggi Gading Bekitar Tungkat Langit Pasak Bumi, menyoroti keras kondisi infrastruktur vital tersebut.
Menurutnya bapak Yosef Ahok,SH banyak bagian lantai jembatan yang terbuat dari papan sudah patah dan rusak parah, sehingga membahayakan keselamatan pengguna jalan, baik pejalan kaki maupun kendaraan yang melintas.
“Kami melihat kondisi jembatan ini sudah sangat memprihatinkan. Banyak papan yang patah dan struktur yang rapuh, ini sangat berbahaya.
Seharusnya Sudah saatnya mendapatkan perhatian serius,” ujar Bapak Yosef Ahok.
Lebih jauh, tokoh adat ini juga menyinggung mengenai pembangunan yang dirasa masih tertinggal di wilayah tersebut. Ia menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur merupakan hak dasar masyarakat yang harus dipenuhi. Sayangnya, hingga saat ini dirasakan masih kurangnya perhatian dan tindakan nyata dari pihak pemerintah terkait.
termasuk Terkait Lingkungan: Sungai Seriham Tercemar Lumpur
Tidak hanya soal infrastruktur, Bapak Yosef Ahok juga menyoroti kondisi lingkungan di sekitar lokasi tersebut. Beliau menyebutkan bahwa Sungai Seriham yang berada di bawah dan di sekitar jembatan tersebut saat ini sudah terdampak limbah akibat aktivitas pertambangan atau galian C yang dilakukan oleh PT Harita.
“Kami juga prihatin melihat kondisi Sungai Seriham yang kini sudah berubah menjadi lumpur keruh. Air yang dulunya jernih kini tercemar akibat limbah sisa galian C dari perusahaan tersebut. Ini tentu sangat mengganggu ekosistem dan kehidupan masyarakat yang bergantung pada sungai,” tegasnya.
Dengan adanya dua masalah krusial ini, yaitu kerusakan jembatan dan pencemaran lingkungan, Tokoh Adat Dayak ini berharap pemerintah terkait dapat segera turun tangan, mengecek kondisi lapangan, dan melakukan perbaikan serta penanganan yang tepat secepatnya demi keselamatan bersama dan kelestarian alam.
“Kami meminta agar perbaikan jembatan segera dilakukan dan penanganan terhadap pencemaran limbah juga menjadi perhatian serius, ( Joni )

