May 22, 2026

Kapolres Bitung Dianugerahi Gelar Adat Tonsea, Tegaskan Komitmen Jaga Persatuan

Tabloidinfopolri.id — Bitung, Momentum peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 Tahun 2026 di Kota Bitung berlangsung penuh khidmat dan sarat nilai budaya. Dalam upacara yang digelar di Lapangan Kantor Wali Kota Bitung, Rabu (20/5/2026),

Kapolres Bitung Albert  menerima gelar adat kehormatan “Tonaas Tonsea Waraney Gumigiroth” dari Majelis Adat Budaya Tonsea Minahasa Pakasaan Ne Tonsea.

Penghargaan adat tersebut diberikan sebagai bentuk penghormatan kepada tokoh-tokoh yang dinilai berperan menjaga keamanan, persatuan, serta keharmonisan masyarakat di Kota Bitung.

Selain Kapolres Bitung, gelar kehormatan itu juga dianugerahkan kepada Wali Kota Bitung Hengky Honandar, Wakil Wali Kota Bitung Randito Maringka, Dansatrol Kodaeral VIII Bitung Marvill Marfel Frits, serta Dandim 1310/Bitung Made Dewa DJ.

Prosesi adat berlangsung sakral dengan diawali sidang adat Majelis Adat Budaya Tonsea Minahasa Pakasaan Ne Tonsea. Rangkaian kegiatan meliputi pembacaan keputusan adat, penyematan atribut kehormatan, hingga doa adat sebagai simbol penerimaan amanah.

Kapolres Bitung AKBP Albert Zai, Sik., MH., mengaku bersyukur atas penghargaan yang diberikan kepadanya. Ia menilai gelar adat tersebut bukan sekadar simbol penghormatan, melainkan amanah untuk terus menjaga kebersamaan dan pelayanan kepada masyarakat.

“Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kehormatan ini. Saya menyampaikan terima kasih kepada Majelis Adat Budaya Tonsea Minahasa Pakasaan Ne Tonsea atas kepercayaan yang diberikan kepada kami,” ujar AKBP Albert Zai.

“Ini bukan sekadar gelar, tetapi amanah yang mengingatkan kami untuk terus menjaga persatuan, menghormati nilai budaya lokal, serta bekerja sama melayani masyarakat Kota Bitung dengan penuh tanggung jawab,” sambungnya.

Beliau juga menegaskan, penghargaan tersebut menjadi simbol kuatnya sinergitas antara pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat dalam menjaga stabilitas daerah.

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperkuat kolaborasi bersama pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, dan seluruh masyarakat dalam menciptakan Bitung yang aman, damai, harmonis, dan terus maju,” katanya.

Dalam rangkaian kegiatan itu juga dilaksanakan Deklarasi Damai yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Bitung dan disaksikan peserta parade budaya serta masyarakat yang hadir.

Deklarasi tersebut menjadi simbol komitmen bersama untuk menjaga toleransi, persaudaraan, dan persatuan di tengah keberagaman suku, agama, serta budaya yang hidup di Kota Bitung.

Penganugerahan gelar adat dalam peringatan Harkitnas 2026 ini pun menjadi refleksi penting bahwa nilai budaya lokal tetap menjadi perekat kebersamaan sekaligus fondasi pembangunan daerah.

Semangat gotong royong, sinergi lintas elemen, dan penghormatan terhadap budaya leluhur diharapkan terus terjaga demi mewujudkan Kota Bitung yang maju, harmonis, dan berdaya saing.

(Ran)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top