Kayuagung Sumsel Info Polri, Id
Tidak semua kebaikan harus dimulai dari jumlah yang besar. Kadang, perubahan besar justru lahir dari kepedulian sederhana yang dilakukan bersama-sama.
Melalui Gerakan Seribu Danau (GSD), Lembaga Adat Marga Danau sebagai ladding sektor mengajak seluruh masyarakat untuk menyisihkan Rp1.000 per orang sebagai bentuk gotong royong dan kepedulian sosial. Dana yang terkumpul akan digunakan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, mendukung kegiatan kemanusiaan, serta memperkuat solidaritas sosial di tengah kehidupan bermasyarakat.

Gagasan Gerakan Seribu Danau (GSD) berawal dari diskusi antara Ketua Ikatan Warga Pedamaran Bandung (IWP-B), Iswan Darsono (Cakdar), dan almarhum Sulfahmi Hasanzen (Chakok Fahmi). Keduanya terinspirasi oleh keberhasilan program Gerakan Seribu Minang (GSM) yang digagas para perantau Minangkabau dari Sumatera Barat. Hingga kini, GSM terus berkembang dan telah memberikan banyak kontribusi bagi masyarakat, baik melalui kegiatan sosial maupun pembangunan sarana ibadah dan pendidikan yang selama ini belum tersentuh bantuan pemerintah.
Gagasan tersebut kemudian mendapat sambutan positif dari Listiadi Martin, yang saat itu menjabat sebagai Pembina Lembaga Adat Marga Danau (LAMD). Namun, karena kesibukannya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), upaya pengembangan program sosial berbasis kepedulian masyarakat tersebut belum dapat berjalan secara optimal.

Meski demikian, Listiadi Martin tetap berupaya menyosialisasikan ide Gerakan Seribu Danau kepada jajaran pengurus LAMD pada periode tersebut. Sayangnya, respons yang diterima masih terbilang minim. Berbagai pihak belum menunjukkan antusiasme yang berarti sehingga program tersebut belum memperoleh dukungan yang cukup untuk direalisasikan.
Puncak dari kurangnya respons terhadap gagasan ini terjadi saat acara Halal Bihalal yang diselenggarakan oleh Persatuan Perantau Pedamaran Nasional (PPPN) di Ragunan, Jakarta. Ketika pihak LAMD berencana mempresentasikan konsep Gerakan Seribu Danau kesempatan tersebut tidak mendapatkan perhatian sebagaimana yang diharapkan dari pihak penyelenggara.
Namun, perjalanan sebuah gagasan baik tidak berhenti sampai di situ. Melalui Musyawarah Besar (Mubes) I LAMD yang diselenggarakan pada 16 Mei 2026 di Balai Desa Pedamaran III, Kecamatan Pedamaran, Listiadi Martin terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum LAMD.
Kini, di bawah kepemimpinan Listiadi Martin, semangat Gerakan Seribu Danau kembali digelorakan. Gerakan ini diharapkan menjadi wadah bagi seluruh masyarakat Pedamaran, baik yang berada di kampung halaman maupun di perantauan, untuk bersama-sama berbuat kebaikan tanpa memandang latar belakang, status sosial, maupun kemampuan ekonomi.
Sebab pada hakikatnya, seribu rupiah mungkin terasa kecil bagi seseorang. Namun ketika dihimpun dari ribuan orang yang memiliki kepedulian yang sama, nilainya akan menjadi kekuatan besar yang mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah.
“Gerakan Seribu Danau bukan tentang besar kecilnya nilai yang diberikan, melainkan tentang besarnya kepedulian yang dibangun secara bersama-sama.”
Mari menjadi bagian dari gerakan ini. “PAYO KITO” menanam kebaikan hari ini untuk menghadirkan harapan bagi mereka yang membutuhkan.
Setiap rupiah yang Anda donasikan adalah bukti bahwa kebersamaan dan gotong royong masih menjadi kekuatan utama masyarakat kita.
Satu Orang Seribu Rupiah. Seribu Orang Sejuta Rupiah. Bersama Kita Bisa Membantu Lebih Banyak. GSD – Gerakan Seribu Danau
“Kecil Nominalnya, Besar Manfaatnya.”
Iswan Darsono
Ketua 1 LAMD(M.Tahan/ansori sos)

