PURWAKARTA – tabloidinfopolri.id | Upaya pencegahan tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (curanmor) terus dilakukan jajaran Polres Purwakarta melalui pendekatan langsung kepada masyarakat. Salah satunya dilakukan Bhabinkamtibmas Desa Pondok Bungur Polsek Pasawahan, Brigpol Giri Rukmantara, melalui kegiatan sambang door to door system (DDS) kepada warga binaannya pada Senin (1/6/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya mempererat kemitraan antara Polri dan masyarakat sekaligus mendukung pelaksanaan Operasi Jaran Lodaya 2026 yang berfokus pada pencegahan dan penindakan tindak pidana pencurian kendaraan bermotor.
Dalam kegiatan sambang tersebut, Brigpol Giri Rukmantara berdialog langsung dengan warga untuk menyerap berbagai informasi, aspirasi, serta perkembangan situasi keamanan di lingkungan masyarakat.

Melalui komunikasi yang terjalin secara langsung, berbagai potensi gangguan kamtibmas diharapkan dapat dideteksi dan dicegah sejak dini.
Selain memberikan imbauan kepada masyarakat, Bhabinkamtibmas juga menyampaikan edukasi kepada pemilik dan mekanik bengkel sepeda motor agar lebih teliti dalam menerima kendaraan yang akan diperbaiki maupun dimodifikasi.
Mereka diingatkan untuk menolak permintaan penghapusan atau perubahan nomor rangka dan nomor mesin kendaraan yang tidak disertai dokumen resmi.
Langkah tersebut penting dilakukan guna mencegah peredaran kendaraan hasil tindak kejahatan serta mendukung keberhasilan pengungkapan kasus curanmor.
Tak hanya itu, para pemilik bengkel juga diajak berperan aktif membantu kepolisian dengan segera melaporkan apabila menemukan kendaraan yang dicurigai berasal dari hasil tindak pidana.
Dalam kesempatan tersebut, warga juga diberikan sosialisasi mengenai layanan Call Center 110 yang dapat diakses secara gratis selama 24 jam untuk melaporkan berbagai kejadian yang membutuhkan kehadiran polisi maupun gangguan kamtibmas lainnya.
Brigpol Giri Rukmantara mengatakan bahwa kegiatan sambang menjadi sarana efektif untuk membangun komunikasi dua arah antara Polri dan masyarakat.
“Melalui kegiatan DDS, kami dapat mengetahui secara langsung kondisi sosial masyarakat sekaligus menyampaikan berbagai informasi dan edukasi terkait keamanan lingkungan. Partisipasi masyarakat sangat penting dalam mencegah terjadinya tindak kriminalitas,” ujarnya.
Sementara, Kapolres Purwakarta, AKBP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya melalui Kasi Humas, IPTU Tini Yutini menegaskan bahwa kegiatan sambang yang dilakukan para Bhabinkamtibmas merupakan implementasi nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
“Melalui pendekatan yang humanis, kami ingin membangun kedekatan dengan masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran bersama untuk menjaga keamanan lingkungan. Pencegahan kejahatan akan lebih efektif apabila dilakukan melalui kolaborasi antara kepolisian dan masyarakat,” kata Tini.
Ia menjelaskan bahwa Operasi Jaran Lodaya 2026 tidak hanya berfokus pada penegakan hukum, tetapi juga mengedepankan langkah preventif melalui edukasi dan pembinaan kepada masyarakat.
“Pencegahan curanmor membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk pemilik kendaraan, pengelola parkir, dan pemilik bengkel. Dengan meningkatkan kewaspadaan serta kepedulian terhadap lingkungan sekitar, potensi terjadinya tindak pidana dapat ditekan,” ujar IPTU Tini.
Ia juga mengimbau masyarakat agar selalu menggunakan kunci ganda pada kendaraan, memarkir kendaraan di tempat yang aman, serta tidak membeli kendaraan tanpa dokumen resmi karena berpotensi berasal dari hasil tindak kejahatan.

