August 29, 2026

BUPATI MAJALENGKA PERINGATI HARDIKNAS 2026. IPM TERTINGGI CIAYUMAJAKUNING PRIORITAS TUNTASKAN ATS.

tabloidinfopolri.id – Upacara yang di hadiri Wakil Bupati, Ketua DPRD, Forkopimda, Sekda, Dewan Pendidikan, Ketua TP PKK Kabupaten Majalengka, Ketua PGRI, Kemenag Majalengka, OPD, Camat dan undangan.

Dalam amanatnya, Bupati menegaskan bahwa sektor pendidikan menjadi motor utama peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Berdasarkan data terbaru tahun 2026, IPM Majalengka mencapai angka 71,37, meningkat sekitar satu poin dibandingkan tahun 2024.

“Capaian ini menempatkan Kabupaten Majalengka sebagai daerah dengan IPM tertinggi di wilayah Ciayumajakuning. Ini bukti bahwa investasi di bidang pendidikan mulai menunjukkan hasil yang nyata,” ujar H. Eman Suherman di hadapan peserta upacara.

Di balik capaian tersebut, Bupati juga menyampaikan catatan penting terkait masih tingginya angka Anak Tidak Sekolah (ATS). Tercatat sebanyak 10.374 anak belum mengenyam pendidikan formal pada tahun ajaran 2025/2026.

Adapun capaian indikator pendidikan Kabupaten Majalengka tahun 2026 adalah : Rata-rata Lama Sekolah (RLS): 7,81 (naik dari 7,53 pada 2024), Angka Partisipasi Murni (APM) PAUD: 90,90%, APM SD/MI: 90,79% APM SMP/MTs: 85,92% dan Angka Partisipasi Kasar (APK): 44,19%.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka, H. Muhamad Umar Ma’ruf menyatakan komitmennya untuk menindaklanjuti arahan Bupati, khususnya dalam menekan angka ATS.

“Kami siap menjalankan instruksi Bapak Bupati. Fokus kami tahun 2026 adalah memperkuat sinergi lintas sektor melalui program jemput bola agar anak-anak yang putus sekolah bisa kembali mengakses pendidikan,” ujarnya

“Peningkatan RLS menjadi 7,81 merupakan sinyal positif. Namun, kualitas pendidikan harus terus ditingkatkan agar lulusan kita mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Majalengka, Iman Pramudiya turut memberikan pandangan terkait kondisi pendidikan saat ini. Ia menilai capaian IPM yang tertinggi di Ciayumajakuning patut diapresiasi, namun persoalan ATS harus ditangani secara lebih terstruktur dan berkelanjutan.

“Kami mengapresiasi capaian IPM Majalengka yang terus meningkat. Namun angka ATS yang masih di atas 10 ribu menunjukkan perlunya langkah yang lebih masif dan kolaboratif,” ungkap Iman.

“Pendekatan jemput bola harus diperkuat dengan pendampingan sosial, termasuk memastikan faktor ekonomi, lingkungan, dan motivasi belajar anak turut diperhatikan. Kami mendorong adanya gerakan bersama agar tidak ada lagi anak yang tertinggal dari akses pendidikan,” tegasnya.

Dewan Pendidikan juga mendorong optimalisasi program pendidikan nonformal dan kesetaraan sebagai solusi alternatif bagi anak-anak yang tidak dapat kembali ke jalur pendidikan formal.

Dengan berbagai capaian dan tantangan tersebut, peringatan Hardiknas 2026 di Majalengka menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen bersama untuk mewujudkan pendidikan yang inklusif, merata, dan berkualitas bagi seluruh masyarakat. (endi)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top