PURWAKARTA – tabloidinfopolri.id, Lapangan Kidang Pananjung, Kecamatan Kiarapedes, Kabupaten Purwakarta, menjadi ruang berkumpulnya masyarakat dalam Kontes Seni Ketangkasan Domba Garut, Minggu (30/8/2026) sekitar pukul 17.47 WIB.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Purwakarta Om Zein dan Kapolsek Kiarapedes Polres Purwakarta, sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan masyarakat sekaligus upaya bersama menjaga keamanan dan ketertiban selama acara berlangsung.
Kehadiran Polsek Kiarapedes menjadi bagian dari pelayanan Polri untuk memastikan kegiatan berjalan aman, tertib dan nyaman. Personel melakukan pengamanan sekaligus berbaur dengan masyarakat, peserta dan penonton.
Kontes seni ketangkasan Domba Garut bukan hanya menjadi tontonan masyarakat. Tradisi ini menjadi salah satu bentuk kekayaan budaya lokal yang terus dijaga dan dikenalkan kepada generasi berikutnya.
Selain memiliki nilai budaya, kegiatan seperti ini juga membuka ruang bagi tumbuhnya ekonomi kerakyatan. Kehadiran pelaku UMKM, pedagang kuliner dan usaha masyarakat di sekitar lokasi menjadi bagian dari perputaran ekonomi yang ikut bergerak ketika kegiatan masyarakat berlangsung.
Karena itu, keamanan menjadi bagian penting agar kegiatan budaya dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Kapolres Purwakarta,AKBP Febri Nurzam melalui Kapolsek Kiarapedes, Ipda Nopian Pirmansyah mengatakan, pihaknya mendukung kegiatan masyarakat yang positif sekaligus memastikan aspek keamanan tetap menjadi perhatian.
“Kami hadir untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat, peserta dan penonton. Kegiatan budaya seperti ini harus kita dukung bersama, namun tetap dengan menjaga ketertiban, sportivitas dan kenyamanan seluruh pihak,” ujar Ipda Nopian.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Purwakarta IPTU Tini Yutini mengatakan, pelestarian budaya dan keamanan dapat berjalan beriringan melalui kolaborasi seluruh elemen masyarakat.
“Polri mendukung kegiatan masyarakat yang positif, termasuk kegiatan pelestarian budaya lokal. Kehadiran personel di lapangan merupakan bentuk pelayanan sekaligus upaya memastikan masyarakat dapat menikmati kegiatan dengan aman dan nyaman,” ujar IPTU Tini Yutini.
Ia mengajak masyarakat menjadikan kegiatan budaya sebagai ruang mempererat persaudaraan.
“Mari bersama-sama menjaga ketertiban, saling menghormati dan tidak mudah terpancing emosi. Berbeda pilihan atau dukungan dalam sebuah kompetisi merupakan hal biasa, tetapi persatuan dan kerukunan harus tetap kita jaga,” tambahnya.
Kontes Domba Garut menjadi contoh bahwa budaya, kebersamaan dan keamanan dapat berjalan bersama. Ketika masyarakat ikut menjaga ketertiban, kegiatan budaya dapat berlangsung meriah tanpa mengurangi kenyamanan warga lainnya.
Belum ada komentar yang disetujui. Jadilah yang pertama berdiskusi.