May 13, 2026

“Batu Gilanya Penambang liar, Sungai Batang Suhaid dan Rindit Kapuas Hulu Rusak Parah, Janji Tanggung Biaya Air PDAM justru kebohongan 3 Bulan Penuh, kini Warga Siap Turun Jalan dan Mempertanyakan “

KAPUAS HULU – Kalimantan Barat –tabloid info polri.Id. (13/5/2026 ) Warga Kecamatan Suhaid, Kabupaten Kapuas Hulu, kini sudah di ambang batas kesabaran Kerusakan parah, pencemaran air sungai yang menjijikkan, ditambah lagi kebohongan besar dan ingkar janji yang keterlaluan dari para pelaku Pertambangan Tanpa Izin (PETI) ilegal.

Kini membuat masyarakat tidak lagi bisa diam dan pasrah, Aktivitas penambangan emas liar yang merajalela di aliran Sungai Batang Suhaid dan Sungai Rindit, ternyata bukan hanya merusak alam, tapi juga mencederai hak hidup warga, sekaligus membuktikan betapa rendahnya moral dan rasa tanggung jawab para oknum pengusaha tambang nakal ini.

Fakta di lapangan sangat mengerikan, air sungai yang dulunya jernih, bersih, dan menjadi sumber kehidupan utama bagi warga, kini berubah menjadi keruh pekat, berwarna coklat kemerahan, penuh lumpur dan zat berbahaya akibat limbah tambang yang dibuang sembarangan.

Apa lagi Sumber air minum warga pun mati suri, dan tidak layak pakai sama sekali Padahal, air bersih adalah kebutuhan paling dasar, nyawa bagi kehidupan sehari-hari. Tanpa air bersih, warga terdampak menderita, sakit, dan terancam keselamatan hidupnya,

Tapi yang paling bikin darah mendidih dan hati panas bukan hanya kerusakannya, melainkan kebohongan besar yang dibuat oleh para pengurus dan pekerja tambang ilegal ini

Dulu, saat mereka meminta izin atau minta dimaklumi agar bisa beroperasi, mereka bersumpah, berjanji manis, dan mengaku-aku bertanggung jawab, Kata mereka waktu itu.

Kami tahu dampaknya, kami bertanggung jawab penuh atas pencemaran yang terjadi. Sebagai ganti rugi karena sungai tercemar dan tak bisa dipakai, kami akan menanggung semua biaya, pembayaran air PDAM bagi seluruh warga yang terdampak

Janji itu diucapkan lantang, meyakinkan dan sempat membuat warga sedikit lega, berpikir setidaknya ada ganti rugi, ada solusi. Tapi apa buktinya sekarang semua itu cuman ombak kosong belaka, trik penipuan agar bisa, bebas menambang

Justru Faktanya, sudah tiga (3) bulan lebih,janji itu tidak pernah ditepati,apa lagi bentuk uang nya tidak pernah dikeluarkan.

 

Untuk biaya air pdam tidak pernah dibayar satu perak pun, justru

Para pengurus tambang ini sudah menikmati keuntungan berlipat ganda dari hasil mengeruk emas dan kekayaan alam Kapuas Hulu, tapi saat tiba giliran mereka menepati janji dan bertanggung jawab atas kerusakan yang mereka buat, mereka malah kabur bersembunyi, dan menganggap warga bodoh yang bisa dibohongi seenaknya. Ini adalah perbuatan penipu keserakahan , dan ketidakberadaban yang luar biasa kini

Warga sudah muak, warga sudah marah besar, dan kini bertekad bulat jika tidak ada tindakan dan pertanggung jawaban, maka warga akan turun ke jalan menggelar aksi demo besar-besaran, Mereka menuntut keadilan, menuntut pemulihan alam, dan menuntut janji yang sudah diingkari itu dibayar lunas secepatnya.

Sorotan tajam juga ditujukan ke Pemerintah Kabupaten Kapuas hulu dan aparat penegak hukum,Warga bertanya selama ini kerja apa saja, sehingga

Aktivitas peti ilegal itu jelas-jelas melanggar hukum, jelas-jelas merusak lingkungan, jelas-jelas merugikan rakyat, tapi kok dibiarkan berlarut-larut Pengabaian janji dan kelalaian menangani dampak kerusakan ini membuktikan betapa rendahnya kepatuhan para penambang ini terhadap hukum dan norma sosial Mereka merasa berkuasa, merasa di atas hukum, karena selama ini tidak pernah ada sanksi tegas yang menjatuhkan mereka.

Pemerintah Kapuas hulu wajib segera bertindak tegas keras, dan tanpa pandang bulu Hentikan operasi tambang liar ini segera dan secepatnya, ini tidak ada tawar-menawar, dan tindak tegas para pengurus dan pemilik modal, seret ke meja hijau, jatuhi denda paling berat,Paksa mereka membayar lunas seluruh tunggakan biaya air PDAM selama 3 bulan lebih itu, ditambah ganti rugi kerusakan lingkungan, dan Wajibkan pemulihan total Sungai Batang Suhaid dan Rindit sampai airnya jernih kembali seperti semula,Segera perbaiki fasilitas air bersih dan PDAM, pastikan warga kembali dapat air aman dan layak pakai untuk kebutuhan warga masyarakat setempat.( Joni )

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top