May 9, 2026

Akhiri Tawuran, Pemuda Wilayah Pateten Dekalarasi Damai Dimediasi Polisi – Tokoh Agama

Tabloidinfopolri.id – Perseteruan yang sempat memicu tawuran antar pemuda di Kota Bitung akhirnya mencair. Melalui mediasi yang difasilitasi polisi bersama tokoh agama, dua kelompok pemuda memilih duduk bersama, menahan ego, dan sepakat mengakhiri konflik melalui deklarasi damai yang digelar di Mapolsek Aertembaga, Jumat (1/5/2026) sore.

Deklarasi tersebut mempertemukan pemuda dari Kelurahan Pateten Satu, Kecamatan Aertembaga, dan Kelurahan Pateten Tiga (Kampung Unyil), Kecamatan Maesa. Kegiatan yang dimulai pukul 15.35 WITA itu berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban.

Kapolsek Aertembaga AKP Denny S. Tampenawas mengatakan, deklarasi damai ini menjadi langkah penting dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif.

“Deklarasi damai ini bukan sekadar seremonial, tetapi merupakan komitmen nyata untuk menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif,” kata Denny.
Ia mengajak para pemuda untuk meninggalkan konflik serta berperan aktif menjaga lingkungan melalui kegiatan positif.

“Kami mengajak seluruh pemuda untuk meninggalkan konflik dan bersama-sama menjaga lingkungan dengan kegiatan yang positif,” ujarnya.

Denny juga menegaskan pentingnya pengendalian diri dan kepatuhan terhadap hukum.

“Tidak boleh lagi ada yang membawa senjata tajam atau melakukan tindakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain. Kami akan bertindak tegas jika masih ditemukan pelanggaran,” katanya.

Camat Aertembaga Stenly Robert Tatipang mengapresiasi inisiatif kepolisian dalam memfasilitasi deklarasi damai tersebut. Ia berharap momentum ini dapat menjadi awal baru bagi para pemuda.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Saya berharap para pemuda tidak mudah terprovokasi, mampu menahan diri, dan tidak lagi menyelesaikan persoalan dengan tawuran,” ujarnya.

Menurut dia, deklarasi damai tersebut harus dimaknai sebagai ruang untuk saling memaafkan dan memperkuat persaudaraan.

“Jadikan momen ini sebagai ruang untuk saling memaafkan dan membangun kembali persaudaraan yang kuat,” katanya.

Sementara itu, tokoh agama setempat, Ustadz Herson Kadir, mengajak para pemuda menjadikan peristiwa ini sebagai titik balik untuk memperbaiki diri.

“Saya berharap tidak ada lagi tawuran. Mari kita jaga diri, kontrol emosi, dan bangun masa depan dengan hal-hal yang baik dan bermanfaat,” tuturnya.

Deklarasi damai ditandai dengan penandatanganan dan pembacaan komitmen oleh kedua kelompok pemuda. Mereka sepakat mengakhiri segala bentuk konflik, menolak provokasi, menjaga keamanan lingkungan, serta membangun kembali hubungan yang harmonis.

Kegiatan berakhir pada pukul 16.45 WITA dalam situasi aman dan kondusif. Perdamaian ini diharapkan menjadi langkah awal terciptanya lingkungan yang lebih damai di Kota Bitung.

(Ran)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top