Tabloidinfopolri — Semangat Juang dalam momentum peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 Tahun 2026 di Kota Bitung diwarnai dengan nuansa penuh makna bagi jajaran TNI Angkatan Laut.
Komandan Satuan Patroli Kodaeral VIII Bitung secara sah menerima gelar adat kehormatan “Tonaas Tonsea waranei un Tasik” dari Majelis Adat Budaya Tonsea Minahasa Pakasaan Ne Tonsea, dalam prosesi adat yang berlangsung khidmat di Lapangan Kantor Wali Kota Bitung, Rabu (20/5/2026).

Penganugerahan gelar adat tersebut diberikan sebagai bentuk penghormatan kepada tokoh-tokoh yang dinilai memiliki dedikasi, pengabdian, serta kontribusi nyata dalam menjaga persatuan, keamanan, dan keharmonisan masyarakat di Kota Bitung.
Selain Dansatrol Kodaeral VIII, penghargaan adat itu juga diberikan kepada Wali Kota Bitung Hengky Honandar, Wakil Wali Kota Bitung Randito Maringka, Kapolres Bitung AKBP Albert Zai, serta Dandim 1310/Bitung Made Dewa DJ.

Prosesi adat berlangsung sakral dan sarat nilai budaya, diawali dengan sidang adat Majelis Adat Budaya Tonsea Minahasa Pakasaan Ne Tonsea, dilanjutkan pembacaan keputusan adat, penyematan atribut kehormatan, hingga doa adat sebagai simbol amanah dan penghormatan kepada penerima gelar.
Dansatrol Kodaeral VIII Kolonel Laut (P) Marvill Marfel Frits E.D., S.E., M.Tr.Hanla., CRMP., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas penghargaan adat yang diberikan kepada dirinya.
“Penghargaan adat ini merupakan kehormatan besar sekaligus amanah bagi kami prajurit TNI Angkatan Laut untuk terus hadir di tengah masyarakat, menjaga persatuan, serta mempererat sinergitas antara TNI AL dengan seluruh elemen masyarakat,” ujar Kolonel Laut ( P) Marvill.
Beliau juga menegaskan, TNI Angkatan Laut tidak hanya memiliki tugas menjaga kedaulatan wilayah laut, tetapi juga berperan aktif dalam membangun kedekatan sosial dan menjaga nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat pesisir dan maritim.

“Momentum Hari Kebangkitan Nasional ini menjadi pengingat bagi seluruh komponen bangsa untuk terus menjaga semangat persatuan, gotong royong, dan cinta tanah air demi Indonesia yang maju dan kuat,” katanya.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut juga dilaksanakan Deklarasi Damai yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Bitung dan diikuti seluruh peserta parade budaya serta masyarakat yang hadir.
Deklarasi itu menjadi simbol komitmen bersama dalam menjaga toleransi, persaudaraan, serta stabilitas keamanan di tengah keberagaman suku, agama, dan budaya yang hidup harmonis di Kota Bitung.
Penganugerahan gelar adat kepada Dansatrol Kodaeral VIII pada momentum Harkitnas 2026 turut mempertegas eratnya hubungan antara TNI Angkatan Laut dengan masyarakat adat sebagai bagian penting dalam menjaga persatuan nasional, khususnya di wilayah maritim Indonesia Timur.
(Ran)

