June 1, 2026

3 Hari Pencarian, Begini Detik-detik Tim Ditpolairud Polda Sulut Temukan Nelayan Basaan

Tabloidinfopolri.id | Minahasa Tenggara – Tim gabungan dari Ditpolairud Polda Sulut, Basarnas, Polairres Mitra, Polsek Ratatotok, dan BPBD Mitra akhirnya menemukan nelayan bernama Bain Kalipe (55) yang dilaporkan hilang sejak Selasa (26/8/2025).

Direktur Polairud Polda Sulut, Kombes Pol Eko Wimpiyanto Hardjito SIK, melalui Komandan Kapal KP XV-1003, Bripka Carlos Poluan, menjelaskan kronologi pencarian korban.

“Korban berangkat melaut pada Selasa dini hari sekitar pukul 02.00 Wita. Menurut keluarga, biasanya almarhum pulang pada sore hari sekitar pukul 16.00 hingga 17.00 Wita. Namun hingga malam, korban tak kunjung kembali,” ujar Bripka Carlos dalam keterangannya, Sabtu (30/8/2025).

Pos Polairud Ratatotok kemudian menerima laporan orang hilang pada Rabu dini hari sekitar pukul 01.00 Wita. Sejak itu, tim gabungan langsung dikerahkan melakukan pencarian.

“Pencarian dilakukan dari perairan Ratatotok hingga Nuangan, Kabupaten Boltim. Pada Rabu siang sekitar pukul 12.00 Wita, tim mendapat informasi perahu korban ditemukan terdampar di Pulau Kumeke, Desa Bulawan Induk, Kecamatan Kotabunan. Namun korban tidak ada di lokasi,” jelasnya.

Tim gabungan bersama keluarga korban terus melanjutkan pencarian hingga Kamis (28/8/2025). Metode penyelaman hingga penyisiran perairan sekitar Kotabunan dan Pulau Kumeke dilakukan, tetapi hasilnya masih nihil.

Hingga akhirnya, pada Jumat (29/8/2025) sekitar pukul 05.20 Wita, nelayan Desa Tumbak melaporkan penemuan jasad terapung di perairan setempat. “Tim segera menuju lokasi dan setelah dilakukan identifikasi, keluarga memastikan korban adalah Bain Kalipe,” kata Bripka Carlos.

Jenazah korban kemudian dievakuasi menggunakan ambulans Basarnas menuju rumah duka di Desa Basaan Satu, Kecamatan Ratatotok, Minahasa Tenggara.

“Keluarga menolak dilakukan otopsi dan menerima dengan ikhlas kepergian almarhum. Pukul 20.00 Wita, korban dimakamkan di pekuburan umum Desa Basaan Satu,” ujar Bripka Carlos.

Menurut hasil pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Diduga kuat korban jatuh ke laut akibat cuaca buruk. “Sebelum berangkat, istri korban juga sempat mengatakan bahwa almarhum merasa pusing. Kondisi laut saat itu dilaporkan angin kencang dan gelombang tinggi,” tambahnya.

Pihak keluarga menyatakan menerima kepergian korban dengan lapang dada. Mereka pun menyampaikan terima kasih kepada tim gabungan yang sudah bekerja keras mencari hingga akhirnya korban ditemukan. (Ran)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top