Tabloidinfopolri.id | Bitung – Ratusan prajurit TNI Angkatan Darat resmi menyandang baret Infanteri setelah menuntaskan rangkaian latihan Yudha Wastu Pramuka yang ditutup melalui upacara dan tradisi pembaretan di Pantai Tanjung Merah, Kecamatan Matuari, Kota Bitung, Sulawesi Utara, Jumat (6/3/2026).

Upacara tersebut merupakan penutupan latihan bagi peserta Dikjurbaif Abit Dikmaba Infanteri TNI AD Gelombang II TA 2025 (OV) dan Dikjurtaif Abit Dikmata Infanteri TNI AD Gelombang III TA 2025 (OV).

Kegiatan berlangsung khidmat dengan diikuti ratusan prajurit yang sebelumnya telah menjalani berbagai tahapan latihan fisik dan mental sebagai bagian dari pembentukan prajurit Infanteri.

Komandan Resimen Induk Militer (Danrindam) XIII/Merdeka Brigjen TNI Wempie Ramandei bertindak sebagai Komandan Upacara, sementara Dansecata Rindam XIII/Merdeka Letkol Inf Ade Rohmat Wahyudin, S.IP., M.HI., M.Sc., memimpin jalannya upacara sebagai Pemimpin Upacara.

Dalam amanatnya, Danrindam XIII/Merdeka menegaskan bahwa latihan Yudha Wastu Pramuka merupakan tahapan penting dalam pembentukan karakter prajurit Infanteri.
“Latihan Yudha Wastu Pramuka yang telah kalian laksanakan merupakan tahapan penting dalam proses pembentukan prajurit Infanteri yang profesional, tangguh, dan memiliki militansi tinggi. Melalui latihan ini, kalian telah ditempa secara fisik dan mental untuk menghadapi berbagai tantangan tugas di medan operasi yang sesungguhnya,” ujar Danrindam Brigjen TNI Ramandei dalam amanat yang dibacakan.
Beliau juga berharap seluruh ilmu dan nilai yang diperoleh selama pendidikan dapat menjadi bekal dalam menjalankan tugas di satuan.
“Saya berharap seluruh materi latihan, nilai-nilai kejuangan, serta jiwa korsa yang telah kalian peroleh selama pendidikan dapat dijadikan bekal dalam melaksanakan tugas sebagai prajurit Infanteri yang handal dan dapat diandalkan,” lanjut Brigjen TNI Ramandei.
Menurutnya, tradisi pembaretan yang dijalani para prajurit bukan sekadar seremonial, melainkan simbol kehormatan sebagai prajurit Infanteri.
“Tradisi pembaretan yang kalian ikuti pada hari ini bukan sekadar seremoni, tetapi merupakan simbol kehormatan dan kebanggaan sebagai prajurit Infanteri. Baret Infanteri yang kalian kenakan mengandung makna tanggung jawab besar untuk menjaga kehormatan satuan, disiplin, loyalitas, serta pengabdian tanpa pamrih kepada bangsa dan negara,” tegasnya.
Danrindam XIII/Merdeka
juga menekankan agar para prajurit selalu memegang teguh nilai-nilai dasar TNI dalam menjalankan tugas.
“Sebagai prajurit Infanteri, kalian dituntut untuk selalu siap menghadapi setiap tantangan tugas, memiliki kemampuan tempur yang mumpuni, serta menjunjung tinggi Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI dalam setiap pelaksanaan tugas,” kata Brigjen TNI Ramandei.
Ia pun berpesan agar para prajurit senantiasa menjadi prajurit Infanteri yang profesional, tangguh dan disiplin.
“Jadilah prajurit Infanteri yang profesional, tangguh, disiplin, dan selalu siap mengabdikan diri kepada bangsa dan negara,” Tukasnya.
Diketahui, jumlah prajurit yang mengikuti tradisi pembaretan tersebut sebanyak 632 orang, terdiri dari 509 prajurit Tamtama dan 123 prajurit Bintara.
Sejumlah pejabat turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Wadan Rindam XIII/Merdeka Kolonel Inf Richard Harison, Kabagdik Rindam XIII/Merdeka Kolonel Inf Jusriadi S.Ag., M.Si, Kabaglat Rindam XIII/Merdeka Kolonel Inf Andis Siswanto S.I.P, Dandodikjur Letkol Inf Jendris Yulmas Vinas, serta Kabag Ops Polres Bitung Kompol Karel Tangay, S.H yang mewakili Kapolres Bitung.
Turut hadir pula Kapten Inf Markus Tilaar, S.Th mewakili Dandim 1310/Bitung, Camat Matuari Fonda Femmy Orah, S.Sos, Lurah Tanjung Merah Bartje Ticoalu, S.Pd, serta Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang X Rindam PD XIII/Merdeka Ny. Levina Wempie Ramandei bersama jajaran pejabat Rindam XIII/Merdeka.
Tradisi pembaretan ini menjadi simbol resmi bahwa para prajurit telah menyelesaikan pendidikan dan siap mengemban tugas sebagai prajurit Infanteri TNI AD di berbagai satuan di seluruh Indonesia. (Randi)

