tabloidinfopolri.id, CIMAHI, DISKOMINFO – Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi menghimpun masukan penyempurnaan Rancangan Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi Berbasis Potensi Sumber Daya Lokal (RAD PG BPSDL) Kota Cimahi Tahun 2026–2030 melalui konsultasi publik di Ballroom Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Cimahi, Selasa (27/10/2026). Kegiatan diawali paparan dan diskusi kelompok terarah, dilanjutkan masukan dari Provinsi Jawa Barat, serta diakhiri arahan penutup Wali Kota Cimahi Ngatiyana.
Paparan disampaikan Dr. Ir. Yayuk Farida Baliwati, M.S., Lektor Kepala pada Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor, bersama tim MWA Training & Consulting, Marina Noor Prathivi, S.TP., M.M., dan Wilaga Azman Kharis, S.E., M.Si . Tim MWA telah mendampingi penyusunan RAD PG di berbagai provinsi, kota, dan kabupaten di Indonesia, termasuk Provinsi Jawa Barat.
Paparan menitikberatkan pada poin penting dalam matriks rencana aksi, terutama prioritas kegiatan, indikator dan target, serta pembagian peran. Peserta kemudian menyampaikan pertanyaan, tanggapan, dan usulan perbaikan sesuai kebutuhan wilayah maupun layanan masing-masing.
Firstea Octa Merryana, S.Pt., M.Si., Perencana Ahli Muda Bidang Perekonomian dan SDA Bappeda Provinsi Jawa Barat turut memberikan masukan bagi penyempurnaan rancangan RAD PG BPSDL Kota Cimahi. Masukan provinsi dan peserta menjadi bahan penelaahan tim penyusun bersama perangkat daerah sebelum finalisasi dokumen dan matriks rencana aksi.
Forum diikuti sekitar 80 peserta dari unsur Bappeda Provinsi Jawa Barat, jajaran Pemerintah Kota Cimahi, instansi vertikal, Bulog, SPPG, PKK, organisasi profesi, kelompok tani, dunia usaha, tenaga ahli, serta tim teknis penyusun. Selain disampaikan secara lisan, masukan dihimpun melalui lembar saran, termasuk dari peserta yang belum sempat berbicara.
Dalam laporan penyelenggara setelah sesi diskusi, Kepala Bapperida Kota Cimahi Adet Chandra Purnama ST, MM menjelaskan bahwa penyusunan RAD PG BPSDL telah melalui tiga FGD. FGD pertama pada Juli 2026 membahas evaluasi pelaksanaan tahun 2025 dan pemetaan masalah; FGD kedua pada Agustus memperdalam data dan indikator; sedangkan FGD ketiga pada September menajamkan rancangan dokumen serta matriks rencana aksi.
Rangkaian FGD dan konsultasi publik berjalan lancar. Hasilnya menjadi bahan penyempurnaan kegiatan, target, pembagian peran, dan kebutuhan data agar rancangan sesuai dengan kondisi Kota Cimahi dan dapat dilaksanakan bersama. Pada akhir laporannya, Kepala Bapperida memohon Wali Kota memberikan arahan sekaligus menutup kegiatan.
Menutup konsultasi publik, Wali Kota Cimahi Ngatiyana mengapresiasi kontribusi perangkat daerah, narasumber, dan seluruh peserta. Ia meminta hasil paparan dan diskusi ditindaklanjuti menjadi penyempurnaan rancangan yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Ngatiyana menekankan bahwa keberhasilan pembangunan pangan dan gizi perlu terlihat dari tersedianya pangan, harga yang terjangkau, serta makanan bergizi yang sampai ke meja keluarga. Penguatan potensi lokal perlu berjalan bersama ketahanan pasokan dan kesiapan menghadapi gangguan iklim.
Untuk Cimahi yang memiliki keterbatasan lahan pertanian dan bergantung pada pasokan luar daerah, ia mendorong kerja sama antardaerah, pemanfaatan pekarangan, pertanian perkotaan, Kelompok Wanita Tani, serta UMKM pangan. Distribusi dan kesiapan cadangan pangan juga perlu diperkuat.
“Pastikan pangan mendukung perbaikan gizi, dorong konsumsi beragam, bergizi, seimbang, dan aman. Prioritaskan seribu hari pertama kehidupan, disertai penyiapan gizi remaja dan calon ibu, padukan dengan pelayanan kesehatan, air bersih, sanitasi, dan perlindungan keluarga rentan,” pesannya.
Ia juga meminta sasaran, target, penanggung jawab, dan pendanaan diperjelas serta diselaraskan dengan RPJMD, RKPD, dan perencanaan serta penganggaran perangkat daerah. Bapperida diminta mengoordinasikan tindak lanjut bersama perangkat daerah dan mitra pembangunan.
Kolaborasi tersebut diharapkan berlanjut pada pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi bersama RAD PG BPSDL Kota Cimahi. Kemajuan perlu ditinjau secara berkala, kendala diselesaikan lintas sektor, dan langkah yang belum efektif diperbaiki untuk memperkuat ketahanan pangan dan gizi masyarakat.
“Mudah-mudahan program ini bisa terealisasi, meningkatkan taraf hidup masyarakat, bagaimana pangannya tercukupi, bagaimana lahan yang ada bisa terpenuhi dan isinya terpenuhi sehingga anak-anak kita berkembang sehat, dan mengurangi stunting,” pungkasnya.
Melalui penyempurnaan RAD PG BPSDL Tahun 2026–2030, Pemkot Cimahi mendorong ketahanan pangan dan gizi berbasis potensi lokal yang berketahanan iklim, menuju Kota Cimahi yang semakin berdaya dan semakin sehat.
(art)
Belum ada komentar yang disetujui. Jadilah yang pertama berdiskusi.