PALEMBANG,Info Polri, Id – Aksi unjuk rasa mahasiswa di depan DPRD Sumatera Selatan, Senin (22/6/2026), menjadi ruang penyampaian berbagai aspirasi terhadap kebijakan publik. Namun setelah orasi berhenti, spanduk diturunkan, dan massa membubarkan diri, muncul pemandangan yang menyita perhatian.
Kapolrestabes Palembang bersama personelnya terlihat memunguti sampah yang tersisa di lokasi aksi. Tindakan yang tampak sederhana itu sesungguhnya menyimpan pesan yang lebih besar tentang kepemimpinan dan keteladanan.

Di tengah kesibukan mengamankan jalannya demonstrasi, seorang pimpinan kepolisian tidak memilih berdiri memberi perintah dari kejauhan. Ia justru turun langsung melakukan pekerjaan yang sering dianggap sepele oleh banyak orang. Dari situlah nilai sebuah teladan lahir.
Kepemimpinan bukan hanya tentang kewenangan, melainkan juga tentang kesediaan memberi contoh. Ketika seorang Kapolrestabes tidak sungkan memungut sampah di ruang publik, ia sedang menunjukkan bahwa tanggung jawab terhadap lingkungan adalah urusan bersama, bukan semata tugas petugas kebersihan.
Aksi tersebut juga memperlihatkan wajah humanis institusi kepolisian. Polisi tidak hanya hadir saat mengatur lalu lintas, menjaga keamanan, atau mengawal jalannya demonstrasi, tetapi juga menunjukkan kepedulian terhadap kondisi lingkungan setelah kegiatan selesai.
Dalam situasi ketika masyarakat sering menuntut hadirnya figur-figur teladan di ruang publik, tindakan yang dilakukan Kapolrestabes Palembang menjadi contoh bahwa perubahan budaya dapat dimulai dari langkah-langkah kecil. Tidak perlu panggung besar, cukup dengan tindakan nyata yang bisa dilihat dan ditiru.
Pada akhirnya, sampah yang dipungut mungkin tidak banyak. Namun pesan yang ditinggalkan jauh lebih besar: bahwa jabatan tidak menghalangi seseorang untuk melakukan hal-hal sederhana demi kepentingan bersama. Dan dari tindakan sederhana itulah, nilai pengabdian kepada UNmasyarakat menemukan maknanya yang sesungguhnya. (Ansori sos/M.Tahan)

