Provinsi Kalimantan Timur Kab Berau – tabloidinfopolri.id, Sinergi Lawan Karhutla, PT Berau Coal Terjunkan Tim ERG Bantu Padamkan Kebakaran di Tumbit Melayu Rabu, 10 Juni 2026 19:30 WITA
Tim ERG PT Berau Coal bersama OPD terkait membantu memadamkan karhutla di Kampung Tumbit Melayu, Kecamatan Teluk bayur.
Komitmen mendukung pemerintah dalam penanggulangan bencana terus ditunjukkan PT Berau Coal.

Melalui Emergency Response Group (ERG), perusahaan tambang tersebut turut ambil bagian dalam upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kampung Tumbit Melayu, Kecamatan Teluk Bayur, Minggu (7/6/2026).
Kebakaran yang melanda kawasan itu setidaknya menghanguskan sekitar empat hektare lahan serta tiga unit rumah warga.

Kondisi cuaca yang panas dan kering membuat api cepat menjalar, sehingga membutuhkan penanganan cepat dari berbagai pihak.
ERG PT Berau Coal pun diterjunkan bersama tim gabungan yang terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Berau Barat, serta pihak terkait lainnya.
Tim ERG PT Berau Coal bersama OPD terkait membantu memadamkan karhutla di Kampung Tumbit Melayu, Kecamatan Teluk bayur.
Emergency Response Group Manager PT Berau Coal, Andi Henry Achmad, mengatakan, keterlibatan ERG merupakan bagian dari dukungan perusahaan terhadap upaya pemerintah dalam pencegahan dan pengendalian karhutla di Berau.
“Ketika terjadi kebakaran yang masih dapat kami jangkau, baik di sekitar area operasional maupun wilayah masyarakat, kami berupaya memberikan dukungan dan berkoordinasi dengan instansi terkait,” ujarnya.
Andi menekankan, penanganan karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu pihak.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, aparat keamanan, kelompok masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci dalam upaya mitigasi maupun penanganan kebakaran.
“Pencegahan dan pengendalian karhutla memerlukan kolaborasi yang kuat. Dengan sinergi yang baik, upaya mitigasi dan penanganan kebakaran dapat berjalan lebih efektif,” terangnya.
“Kami juga mengimbau masyarakat yang melakukan penanganan awal kebakaran untuk menggunakan alat pelindung pernapasan guna mengurangi risiko paparan asap yang berbahaya bagi kesehatan,” tambahnya.
Dalam proses pemadaman, seorang pemilik kebun yang turut membantu memadamkan api dilaporkan mengalami gangguan pernapasan akibat menghirup asap tebal.
Korban kemudian mendapatkan penanganan medis dan dirujuk ke RSUD dr Abdul Rivai untuk perawatan lebih lanjut.
Berdasarkan informasi di lapangan, kebakaran diduga dipicu aktivitas pembukaan lahan dengan cara membakar.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Pelaksana BPBD Berau, Masyhadi Mundi, kembali mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, terutama di tengah musim kemarau.
“Membuka lahan dengan cara membakar itu dilarang. Namun karena masih menjadi bagian dari kearifan lokal yang dilakukan sebagian masyarakat,” ujarnya.

“kami mengingatkan agar praktik tersebut dikurangi, apalagi saat musim kemarau seperti sekarang,” sambungnya.
Masyhadi juga menekankan, penanggulangan bencana merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan dukungan semua pihak, termasuk dunia usaha.
“Kami juga apresiasi PT Berau Coal yang selama ini telah aktif terlibat dalam kegiatan kebencanaan, baik melalui sosialisasi maupun dukungan langsung saat terjadi kejadian di lapangan,” pungkasnya
(Hendra Sitorus)

