Tabloidinfopolri.id, Bandung 16 Mei 2026 – Sebuah peristiwa kekerasan dan pengeroyokan kembali meresahkan masyarakat, kali ini menimpa Rangga, yang diketahui merupakan anak dari saudara kandung Ganjar.wartawan info polri Peristiwa brutal itu terjadi di Jalan Ibrahim Aji Stopan, kawasan Binong, saat korban sedang melintas sendirian, dan diduga dilakukan oleh sekelompok orang yang tergabung dalam geng motor,
Kronologi Kejadian
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, kejadian berlangsung pada waktu kejadian, malam hari atau dini hari], saat Rangga sedang berkendara melewati jalur tersebut. Tanpa ada provokasi atau pertengkaran sebelumnya, korban tiba-tiba dipotong dan dikepung oleh belasan orang yang mengendarai sepeda motor. Tanpa bicara banyak, mereka langsung melakukan pemukulan secara beramai-ramai terhadap korban, menggunakan tangan, kaki, maupun benda keras yang dibawa.

Meskipun sempat berusaha menghindar dan meminta pertolongan, posisi korban terdesak dan tak berdaya menghadapi jumlah pelaku yang lebih banyak. Aksi kekerasan itu baru berhenti setelah pelaku merasa cukup dan segera melarikan diri meninggalkan korban yang tergeletak dan mengalami luka di sekujur tubuhnya. Warga yang mendengar keributan segera keluar dan menolong, kemudian membawa Rangga ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis. Hingga kini, kondisi korban dikabarkan masih dalam perawatan.
Reaksi Keluarga dan Masyarakat
Keluarga korban sangat terguncang dan kecewa berat atas kejadian tersebut. Mereka menilai aksi itu sangat berlebihan, tidak manusiawi, dan menuntut agar pelaku ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku. “Anak kami tidak bersalah, hanya lewat jalan umum, tapi diperlakukan seperti musuh. Kami tidak terima dan minta kepolisian tidak main-main menangani kasus ini,” ujar perwakilan keluarga.
Kejadian ini juga memicu kemarahan dan kekhawatiran warga sekitar. Pasalnya, aksi geng motor ini dikabarkan sudah berulang kali meresahkan, namun hingga saat ini belum ada langkah penindakan yang tuntas. Warga merasa tidak aman beraktivitas di jalur tersebut, terutama pada malam hari, dan meminta jaminan keamanan yang nyata dari aparat.
Desakan Kepada Aparat Penegak Hukum
Menanggapi kejadian ini, banyak pihak termasuk tokoh masyarakat dan elemen warga mendesak kepolisian untuk bertindak cepat, tegas, dan menyeluruh. Mereka menekankan bahwa identitas korban atau latar belakang siapa pun tidak menjadi masalah utama, melainkan kejahatan kekerasan di jalan raya yang harus diputus mata rantainya.
“Siapa pun korbannya, apakah anak pejabat, kerabat tokoh, atau warga biasa, haknya untuk aman dan terlindungi sama saja. Keberadaan geng motor yang bikin resah harus diberantas sampai ke akar-akarnya. Jangan sampai ada lagi korban berikutnya,” tegas salah satu tokoh warga.
( kaperwil jabar ganjar)

