TANJUNG REDEB – tabloidinfopolri.id | Rencana pembangunan turap di sejumlah wilayah di Kabupaten Berau tahun ini terancam tertunda. Pasalnya, pelaksanaan proyek tersebut masih menunggu kepastian anggaran daerah.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau, Fendra Firnawan menjelaskan, pihaknya belum dapat memastikan program infrastruktur mana saja yang bisa direalisasikan sebelum rincian dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) diterima.
“Untuk pelaksanaan fisik, kami masih melihat kemampuan anggaran yang tersedia,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Menurut Fendra, kondisi fiskal daerah tahun ini mengalami penyesuaian cukup besar dibandingkan tahun sebelumnya. Hal itu berdampak langsung terhadap sejumlah rencana pembangunan yang telah disusun.
“Tahun lalu belanja modal untuk pembangunan infrastruktur masih sekitar Rp2,4 hingga Rp2,5 triliun. Tahun ini turun cukup jauh, hanya sekitar Rp1 triliun,” tambahnya.
Penurunan anggaran hampir setengahnya itu memaksa pemerintah daerah melakukan evaluasi ulang terhadap berbagai program prioritas, termasuk pembangunan turap.
Meski demikian, Fendra memastikan perencanaan teknis pembangunan turap sebenarnya telah disiapkan oleh DPUPR Berau.
“Perencanaannya sudah ada, tinggal pelaksanaan fisiknya menyesuaikan kemampuan anggaran,” terangnya.
Ia menyebut sejumlah titik yang sebelumnya masuk usulan pembangunan turap saat ini masih dalam kondisi relatif aman. Namun, pemerintah daerah tetap akan melakukan pemantauan berkala untuk menentukan skala prioritas penanganan.
“Beberapa kondisinya masih dalam batas wajar, tapi tetap akan kami perhatikan,” tegasnya.
Dengan keterbatasan anggaran tersebut, Pemkab Berau dipastikan harus lebih selektif menentukan proyek infrastruktur yang dianggap paling mendesak untuk direalisasikan tahun ini.
(Rahman Usman)

