Tabloidinfopolri.id | Bitung – Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut melalui Satuan Patroli (Satrol) Kodaeral VIII merespon cepat kebakaran kapal penangkap ikan KM Anaiah di perairan Laut Maluku, Kamis (26/3/2026).

Operasi evakuasi dilakukan menggunakan KAL Tedung Naga dalam situasi darurat di tengah laut, usai Satrol Kodaeral VIII menerima perintah langsung dari Komandan Kodaeral VIII.

Komandan Kodaeral VIII Laksda TNI Dery Triesananto Suhendi, S.E., M.Tr.Opsla., melalui Kolonel Laut (P) Marvill Marfel Frits E.D., S.E., M.Tr.Hanla., CHRMP menegaskan proses evakuasi berjalan cepat dan terukur.

“Alhamdulilah, Sebanyak empat ABK korban kebakaran kapal berhasil kami evakuasi dalam kondisi selamat. Sebelumnya, satu korban dengan luka serius telah lebih dulu dievakuasi oleh tim Ditpolairud,” ujar Marvill, Jumat (27/3/2026) dini hari.

Perwira TNI AL berpangkat Tiga Melati ini juga menambahkan, seluruh korban langsung mendapatkan penanganan medis awal sebelum dirujuk ke fasilitas kesehatan.
“Para korban sudah mendapatkan perawatan medis dan selanjutnya dirujuk ke rumah sakit terdekat untuk penanganan lebih lanjut,” jelas Kolonel Laut (P) Marvill.

Sementara itu, tim medis dari Balai Karantina Kementerian Kesehatan Bitung, Hiber Tindatu, menyampaikan bahwa satu korban yang sebelumnya dievakuasi oleh Ditpolairud langsung dirujuk ke RSUP Prof. Kandou Manado.
“Sesuai instruksi, karena kondisi satu pasien cukup parah, langsung kami rujuk ke RSUP Prof. Kandou untuk penanganan intensif,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dari empat korban yang dievakuasi ke pangkalan Satrol, tiga orang turut dirujuk ke RSUP Prof. Kandou. Sedangkan satu korban lainnya dirawat di RSUD Manembo-nembo Atas sesuai permintaan keluarga.
“Total ada empat korban di sini, tiga dirujuk ke RSUP Prof. Kandou, sedangkan satu dirawat di RSUD Manembo-nembo Atas sesuai permintaan pihak keluarga,” katanya.
Menurutnya, tim medis telah melakukan penanganan awal secara cepat di lokasi, termasuk pemasangan infus, pemberian oksigen, hingga tindakan medis darurat lainnya di dalam ambulans.
“Kami lakukan langkah cepat sejak awal, mulai dari pemasangan infus, oksigen hingga penanganan medis lainnya sebelum pasien dirujuk,” pungkasnya. (Ran)

