Tabloidinfopolri.id | Labuhanbatu – Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU 14.227.350) Selasa Pukul 23,30 Wib.
Lagi dan Lagi melakukan Kekerasan Kembali terjadi Selasa 23,30 Wib korban,Inisial Ss Nababan warga Dusun Sei Mambang Hilir II.desa sei tampang Kecamatan Bilah Hilir bersama Sp Purba(Korban)Warga kelurahan Negeri baru kecamatan bilah hilir.
Awal mulanya terjadi masalah Inisial Ss Nababan Saat sedang menunggu antrian untuk melakukan pengisian BBM jenis Pertalite
yang sekian lama mulai pukul 19 Wib sampai pukul 23,30wib namun pengurus SPBU (14.227.350)di kelurahan Negeri baru kecamatan Bilah Hilir kabupaten Labuhanbatu belum ada mengisi BBM jenis Pertalite yang lagi menunggu antrian.

Inisial SS Nababan Melihat adanya penyuling mengisi dari depan
bebas melakukan penyulingan BBM subsidi jenis Pertalite, sehingga SM Nababan berteriak mengatakan Oi kami Uda lama menunggu antrian sampai jam segini kami tidak ada di,isi hanya dari depan kamu isi anjen,dengan senada marah.
Mendengar teriakan sala satu Inisial Ss NBBN.Warga Sei mambang Hilir II desa sei tampang kecamatan bilah hilir.petugas SPBU,tambok sialoho menemui dan mengatakan siapa yang bilang itu,Ss NBBN menjawab saya.
Lalu tambok Sihaloho mengatakan kutunggu nanti ya.
setelah tambok mengatakan kepada Ss NBBN adanya sala satu warga negeri baru Inisial Sp,Purba mengatakan udalah biar jangan terjadi keributan isikanlah Uda lama mnunggunya dia Ujar Sp Purba.lalu spontan inisial Tarigan melakukan pemukulan pakai tangan dari depan dan bersama beberapa orang mengikuti pemukulan.sampai babak belur Sehingga kedua korban membuat laporan ke,polsek Bilah Hilir kabupaten Labuhanbatu,
Lanjut: Samsul Nababan menegaskan bahwa kasus ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Ia meminta penyidik bergerak cepat untuk memeriksa para saksi, mengumpulkan bukti, serta menetapkan pihak yang bertanggung jawab sesuai ketentuan hukum.
“Kami minta proses hukum dipercepat. Jangan sampai kasus seperti ini terkesan dibiarkan. Polisi harus segera menangkap pelaku penyuling BBM jenis pertalet.dan menuntaskan perkara ini secara profesional,” tegas Samsul.
Sahat Parulian Purba, yang juga terlibat dalam insiden tersebut, menyampaikan tuntutan yang sama. Ia meminta Polsek Bilah Hilir menunjukkan langkah konkret dalam penanganan kasus ini.
“Kami berharap aparat kepolisian bertindak tegas. Prosesnya harus cepat dan tidak bertele-tele,” ujarnya.
(Sb)

